Erick Thohir Buka Mimpi Besar PSSI: Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
KOLOMBOLA.COM – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa sistem check and balance harus tetap dijaga dalam era demokrasi. Menurutnya, kritik dan perbedaan pandangan justru dibutuhkan agar lahir solusi yang lebih baik untuk sepak bola nasional.
Erick mengakui PSSI bukan organisasi yang sempurna dan masih memiliki sejumlah kekurangan. Karena itu, evaluasi, transparansi, dan perbaikan program harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
"Kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Yang penting, sebagai manusia, kita terus memperbaiki kekurangan tersebut, serta mendorong semua program agar dijaga transparansinya, ada hasilnya, dan selalu dievaluasi kembali," ujar Erick Thohir.
Ia menjelaskan, sepak bola adalah sektor yang kompleks dan penuh dinamika. Tidak ada jaminan sebuah negara akan selalu berhasil, meski memiliki sistem kompetisi yang besar.
Erick mencontohkan FIFA yang terus mendorong lahirnya berbagai turnamen baru bagi federasi anggotanya. Langkah itu, kata dia, dilakukan agar pengembangan sepak bola dunia bisa lebih merata dan tidak tertinggal.
Menurut Erick, PSSI harus bergerak aktif jika ingin bersaing dengan negara lain. Ia menilai Jepang adalah contoh negara yang dulu masih bisa diimbangi Indonesia, tetapi kini berkembang jauh lebih maju.
Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun liga yang kuat dan federasi yang sehat. Setiap program juga harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.
Erick menyebut kualitas kompetisi nasional mulai menunjukkan perkembangan positif. Salah satu indikatornya adalah kenaikan peringkat Liga Indonesia di Asia dari posisi 25 menjadi 18.
Ia juga menilai kualitas perwasitan terus membaik setelah penggunaan sistem digital dan VAR. Saat ini, jumlah wasit nasional disebut sudah mencapai 11 ribu orang, meningkat dari sekitar 4.500 sebelumnya.
"Yang pasti, jika ada praktik kecurangan seperti match fixing, hukumannya tegas, bisa seumur hidup, termasuk bagi pihak klub yang terlibat," kata Erick Thohir.
Di sisi lain, Erick menegaskan mimpi Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2030 harus mulai dibangun dari sekarang. Ia berharap saat PSSI memasuki usia satu abad, Skuad Garuda bisa mendapat kesempatan tampil di panggung dunia.
"Jika kita berbicara tentang Piala Dunia 2030, itu juga menjadi mimpi kita bersama. Kita harus mulai membangun dari sekarang," tutur Erick Thohir.
"Mudah-mudahan, dengan adanya pelatih seperti John Herdman, kita bisa membuat lembaran baru. Mari kita dukung tim nasional. Semoga, dengan kerja keras, pada satu abad PSSI nanti, kita diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk tampil di Piala Dunia 2030," imbuhnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
