Rivalitas Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Berlanjut di Luar Lapangan sebagai Pemilik Klub

27 Apr 2026 • 22:43 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Rivalitas Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang selama bertahun-tahun mewarnai sepak bola dunia kini memasuki babak baru. Jika dahulu keduanya bersaing dalam urusan gol, trofi, dan rekor individual, kini persaingan itu bergeser ke luar lapangan, tepatnya sebagai pemilik klub.

Dalam rentang 2008 hingga 2021, Messi dan Ronaldo mendominasi penghargaan individual dengan meraih 12 dari 13 trofi Ballon d’Or. Satu-satunya pengecualian terjadi pada 2018, saat Luka Modric memenanginya. Meski karier keduanya kini berada di fase akhir, rivalitas tersebut belum benar-benar padam.

Messi yang kini membela Inter Miami dan Ronaldo di Al Nassr sama-sama mulai menanamkan pengaruh di dunia kepemilikan klub. Langkah ini menandai perubahan arah kompetisi mereka, dari adu ketajaman di lapangan menjadi adu visi dalam membangun tim dan proyek jangka panjang.

Messi memulai langkahnya melalui investasi di UE Cornella, klub asal Catalunya yang saat ini bermain di kasta kelima sepak bola Spanyol, Tercera Federacion. Klub tersebut bermarkas di Camp Municipal de Cornella, stadion dengan kapasitas sekitar 1.500 penonton.

Sementara itu, Ronaldo memilih pijakan yang lebih tinggi dengan berinvestasi di Almeria, klub yang saat ini tampil di Segunda Division dan tengah berupaya kembali ke LaLiga. Almeria juga memiliki infrastruktur yang lebih mapan, termasuk stadion berkapasitas 17.400 kursi.

Langkah Ronaldo tak lepas dari hubungannya dengan Arab Saudi. Almeria diketahui mayoritas dimiliki konsorsium asal negara tersebut, yang juga menjadi tempat Ronaldo melanjutkan kariernya bersama Al Nassr. Selain itu, sang megabintang Portugal memang telah lama menyatakan ambisinya menjadi pemilik klub sepak bola.

Dalam beberapa kesempatan, Ronaldo juga menyinggung persoalan struktural di klub besar seperti Manchester United dan menilai dirinya bisa membantu memperbaiki manajemen bila diberi kendali penuh. Karena itu, investasi di Almeria dipandang bukan sekadar keputusan bisnis, tetapi juga bagian dari rencananya tetap terlibat dalam sepak bola setelah pensiun.

Di sisi lain, Messi memilih jalur yang lebih emosional. Investasinya di Cornella memperkuat kedekatannya dengan Catalunya, wilayah yang membesarkan namanya bersama Barcelona. Proyek ini disebut berfokus pada pengembangan talenta muda dan pertumbuhan klub dalam jangka panjang.

Cornella sendiri dikenal memiliki akademi yang cukup produktif. Sejumlah pemain ternama pernah menimba pengalaman di sana, seperti David Raya, sementara Jordi Alba juga sempat bermain di klub tersebut pada masa mudanya.

Almeria pun memiliki jejak menarik dalam pengembangan pemain. Klub ini kerap menjadi batu loncatan bagi nama-nama besar, termasuk Alvaro Negredo dan Darwin Nunez, yang sempat mengangkat karier mereka dari sana.

Meski kini berada di level kompetisi yang berbeda, peluang Almeria dan Cornella bertemu tetap terbuka, meski tidak dalam waktu dekat. Skenario paling realistis adalah laga uji coba pramusim atau pertemuan di Copa del Rey, itu pun dengan banyak syarat yang harus terpenuhi.

Di atas kertas, jarak tiga level kompetisi membuat pertemuan resmi keduanya sangat kecil kemungkinannya terjadi dalam waktu dekat. Namun, jika Cornella mampu menapaki jalur promosi dalam beberapa tahun ke depan, bukan mustahil rivalitas Messi dan Ronaldo kembali hadir dalam format yang sama sekali berbeda.

Ronaldo dan Messi mungkin tak lagi sering berhadapan sebagai pemain, tetapi persaingan mereka tetap hidup. Kini, duel keduanya berlanjut dalam bentuk yang baru: adu strategi, visi, dan ambisi sebagai pemilik klub.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya