Harry Kane dan Tiga Musim Luar Biasa di Bayern Munchen: 146 Gol dan Deretan Rekor

28 May 2026 • 14:36 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Perjalanan Harry Kane di Allianz Arena bukan hanya soal gol. Penyerang berusia 32 tahun itu juga akhirnya merasakan trofi mayor yang lama tak kunjung ia dapatkan saat masih membela klub-klub di Inggris.

Sejak didatangkan Bayern Munchen dari Tottenham Hotspur dengan biaya 100 juta euro plus bonus 10 juta euro, Kane langsung memberi dampak besar. Transfer tersebut sempat menjadikannya pembelian termahal dalam sejarah Bundesliga.

Pada musim debut 2023-2024, Kane tampil sangat tajam dengan torehan 44 gol dari 45 pertandingan. Ia juga meraih Sepatu Emas Eropa setelah mencetak 36 gol di Bundesliga.

Ketajaman Kane sudah terlihat sejak awal musim. Ia mencatat hattrick ke gawang Bochum, Darmstadt, dan Borussia Dortmund. Dari sana, ia juga memecahkan sejumlah rekor Bundesliga sebagai pemain tercepat yang mencapai berbagai tonggak gol di musim perdananya di Jerman.

Di Liga Champions, Kane juga menunjukkan produktivitas tinggi. Ia menutup musim sebagai top skor kompetisi tersebut dengan delapan gol, sejajar dengan Kylian Mbappe.

Musim 2024-2025 menjadi titik penting dalam kariernya. Setelah sekian lama gagal meraih gelar mayor, Kane akhirnya membantu Bayern Munchen menjuarai Bundesliga.

Sepanjang musim itu, Kane tampil dominan dengan 41 gol dari 51 pertandingan. Ia kembali menjadi top skor Bundesliga sekaligus terpilih sebagai Pemain Terbaik Bundesliga.

Rekor demi rekor terus ia pecahkan. Kane menjadi pemain tercepat yang mencapai 50 gol Bundesliga, hanya dalam 43 pertandingan. Di Liga Champions, ia juga melampaui catatan Wayne Rooney sebagai pemain Inggris dengan gol terbanyak di ajang tersebut.

Gelar Bundesliga 2024-2025 menjadi trofi mayor pertama dalam karier Harry Kane. Momen itu sekaligus menghapus label yang selama ini melekat padanya.

Performa Kane meningkat lagi pada musim 2025-2026. Ia mencetak 61 gol dari 51 pertandingan dan membawa Bayern meraih domestic double.

Musim itu dibuka dengan trofi Franz Beckenbauer Supercup, lalu dilanjutkan dengan gelar Bundesliga dan DFB-Pokal. Dalam prosesnya, Kane kembali menulis sejarah.

Ia menjadi pemain tercepat yang mencapai 100 gol untuk satu klub di lima liga top Eropa pada abad ke-21. Kane juga melewati rekor Jimmy Greaves sebagai pemain Inggris paling subur sepanjang sejarah setelah menembus 474 gol karier.

Di Liga Champions, Kane tetap konsisten pada fase gugur. Ia mencetak gol dalam enam laga knockout beruntun dan menyamai rekor Cristiano Ronaldo.

Puncaknya hadir pada final DFB-Pokal melawan Stuttgart. Kane mencetak hattrick dalam kemenangan 3-0 Bayern Munchen.

Secara keseluruhan, 61 gol dalam satu musim membuat Kane menyamai rekor Robert Lewandowski untuk Bayern pada era modern. Ia pun kembali meraih Sepatu Emas Eropa untuk kedua kalinya.

Tiga musim pertama Harry Kane bersama Bayern Munchen menjadi bukti bahwa ia bukan sekadar mesin gol. Koleksi 146 gol, trofi, dan deretan rekor menegaskan statusnya sebagai salah satu striker terbaik dunia saat ini.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya