Usai Gagal Juara Liga Champions, Arsenal Dinilai Perlu Perkuat Lini Depan dengan Rekrut Winger Baru
KOLOMBOLA.COM – Kegagalan Arsenal menjuarai Liga Champions usai kalah dari PSG memperlihatkan satu pekerjaan rumah yang masih menghambat The Gunners untuk benar-benar berada di level tertinggi Eropa: lini serang yang belum cukup tajam.
Meski fondasi tim asuhan Mikel Arteta sudah sangat kuat, final tersebut menunjukkan Arsenal masih terlalu bergantung pada pertahanan. Dalam laga itu, Arsenal hanya mencatat penguasaan bola 24,7 persen, angka terendah bagi sebuah tim di final Liga Champions sejak musim 2003/2004.
Statistik tersebut menggambarkan betapa sulitnya Arsenal mengembangkan permainan. Seluruh pemain Arsenal yang tampil hanya membukukan 196 operan sukses, sementara gelandang PSG, Vitinha, mencatat 141 operan seorang diri.
Arteta mengakui kualitas PSG membuat timnya kesulitan memainkan sepak bola yang diinginkan. Menurutnya, tim asuhan Luis Enrique merupakan salah satu yang terbaik di dunia dalam hal penguasaan bola dan kualitas individu pemain.
Selama musim ini, Arsenal memang dikenal sebagai salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Eropa. Mereka kerap meraih kemenangan tipis dengan mengandalkan disiplin bertahan dan organisasi permainan yang rapi.
Namun, pendekatan tersebut menyimpan risiko besar. Dalam pertandingan-pertandingan ketat yang ditentukan oleh satu momen, peluang untuk terpeleset akan selalu ada. Final Liga Champions menjadi contoh nyata ketika Arsenal tampil solid di belakang, tetapi gagal mengambil alih kendali laga.
Kabar baiknya, sektor pertahanan Arsenal tidak membutuhkan banyak perubahan. Duet bek mereka tampil konsisten sepanjang musim dan menjadi fondasi utama kekuatan tim. Masalah utama justru berada di sepertiga akhir lapangan.
Musim panas lalu, Arsenal sudah mengeluarkan dana besar untuk memperkuat lini depan. Kehadiran Eberechi Eze, Noni Madueke, dan Viktor Gyokeres memberi kedalaman skuad yang lebih baik. Namun, fakta bahwa ketiganya memulai final dari bangku cadangan menunjukkan Arsenal masih belum memiliki kualitas serangan yang benar-benar elite untuk laga-laga terbesar.
Arteta selama ini kerap menegaskan bahwa timnya memiliki banyak cara untuk bermain. Akan tetapi, Arsenal masih terlalu identik dengan kemenangan tipis dan pertandingan yang berjalan ketat hingga menit akhir. Jika ingin naik ke level berikutnya, mereka membutuhkan pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan lewat kreativitas, kecepatan, dan kemampuan individu.
Salah satu posisi yang paling membutuhkan penyegaran adalah sayap kiri. Kebutuhan akan winger baru sebenarnya sudah menjadi pembahasan dalam beberapa musim terakhir, tetapi kembali terlihat jelas ketika Arsenal dibandingkan dengan banyaknya opsi menyerang yang dimiliki PSG.
Nama pertama yang disebut cocok untuk Arsenal adalah Morgan Rogers dari Aston Villa. Pemain muda Inggris itu dinilai memiliki kombinasi kecepatan, kekuatan fisik, dan fleksibilitas untuk bermain di berbagai posisi menyerang.
Selain Rogers, Arsenal juga dikaitkan dengan winger AC Milan, Rafael Leao. Pemain asal Portugal tersebut dikenal memiliki dribel eksplosif dan kreativitas tinggi yang bisa memberi dimensi baru dalam serangan Arsenal.
Kehadiran salah satu dari dua pemain itu diyakini dapat membantu meringankan beban yang selama ini terlalu sering ditanggung Bukayo Saka dan Martin Odegaard.
Usai final, Arteta menegaskan bahwa Arsenal harus bersikap ambisius jika ingin mencapai level yang lebih tinggi. Pernyataan itu bisa dimaknai sebagai dorongan kepada para pemain agar tampil lebih berani saat menguasai bola. Namun, komentar tersebut juga dapat dibaca sebagai sinyal kepada manajemen klub untuk kembali aktif di bursa transfer.
Arsenal kini sudah memiliki fondasi yang kuat di sektor pertahanan. Tantangan berikutnya adalah membangun lini serang yang mampu menyamai kualitas tersebut. Para pendukung tentu tetap bangga dengan karakter tangguh yang diperlihatkan tim musim ini, tetapi jika ingin menjadi penguasa Eropa, Arsenal tak cukup hanya mengandalkan kekuatan bertahan.
Arteta kini dituntut menemukan keseimbangan baru: menjaga soliditas yang sudah ada, sekaligus menambahkan kreativitas dan daya ledak di lini depan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
