Bukan Trofi Liga Champions, Marquinhos Sebut Pelukan untuk Gabriel sebagai Momen Terbaiknya
KOLOMBOLA.COM – Paris Saint-Germain memastikan kemenangan 4-3 lewat adu penalti untuk mempertahankan gelar juara Eropa mereka. Di sisi lain, Arsenal harus menelan kekecewaan setelah Gabriel gagal mengeksekusi penalti penentu.
Namun, di tengah euforia PSG, Marquinhos justru memilih mendatangi Gabriel yang tampak terpukul. Tindakan spontan itu kemudian menjadi momen yang paling diingat sang bek Brasil.
Sehari setelah final, Marquinhos menerima pesan pribadi dari Gabriel yang berterima kasih atas dukungan dan pelukan yang diberikan usai pertandingan. Bagi Marquinhos, pesan tersebut lebih berharga daripada trofi yang baru saja ia raih bersama PSG.
"Sehari setelahnya, saya menerima pesan darinya yang berterima kasih kepada saya atas momen itu, atas dukungannya, atas pelukannya, dan atas kata-kata yang saya sampaikan kepadanya," kata Marquinhos.
"Saya mengatakan kepadanya bahwa itu adalah kemenangan terbesar saya malam itu, dan reaksi yang ditimbulkannya sangat luar biasa," lanjutnya.
Marquinhos juga mengaku keluarganya ikut bangga atas sikap tersebut. Menurut dia, pelukan untuk Gabriel menjadi penghargaan terbaik yang ia terima pada malam final.
Pengalaman pahit di Piala Dunia 2022 membuat Marquinhos bisa memahami kondisi Gabriel. Saat itu, ia gagal mengeksekusi penalti penting bersama Brasil yang membuat Kroasia melaju ke semifinal.
Pengalaman itu kembali terlintas ketika ia melihat Gabriel berdiri sendirian setelah final Liga Champions. Marquinhos pun menahan diri untuk merayakan kemenangan dan lebih dulu mendatangi kompatriotnya itu.
"Saya sebenarnya sudah siap dan bersiap untuk merayakan. Tetapi ketika saya mulai berlari, saya melihat dia tepat di depan saya dan rekan-rekan setim saya melewatinya, gambaran yang sama seperti setelah penalti saya gagal pada 2022," ujar Marquinhos.
"Itulah saat saya mulai memikirkan rekan setim saya di Brasil, merasakan empati karena saya pernah melalui momen seperti itu dan saya tahu tanggung jawab yang menyertainya," tambahnya.
Marquinhos kemudian mencoba menguatkan Gabriel dan mengingatkannya bahwa satu momen tidak boleh menghapus perjalanan panjang yang sudah ia lalui sepanjang musim. Ia menilai Gabriel tampil sangat baik dan tidak pantas menanggung beban berlebihan akibat kegagalan penalti.
Kedekatan keduanya tidak hanya terjalin di level klub, tetapi juga di tim nasional Brasil. Marquinhos diperkirakan akan menjadi kapten Brasil pada Piala Dunia 2026, sementara Gabriel berpeluang menjadi pasangannya di jantung pertahanan Selecao.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
