Gabriel Magalhaes Buka Suara Usai Gagal Penalti di Final Liga Champions
KOLOMBOLA.COM – Arsenal harus menelan kekalahan dramatis dari PSG pada partai puncak Liga Champions yang berlangsung pada Sabtu. The Gunners sempat unggul, namun laga berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu dan harus ditentukan lewat adu penalti.
Meski hasil akhir mengecewakan, Arsenal tetap mendapat sambutan hangat dari para pendukungnya. Tim asuhan Mikel Arteta bahkan menggelar parade juara Premier League di London utara sehari setelah final.
Menjelang parade tersebut, Gabriel menyampaikan pesan melalui akun Instagram pribadinya. Bek asal Brasil itu mengaku kecewa dengan hasil final, tetapi tetap bangga terhadap pencapaian tim sepanjang musim ini.
“Ini memang menyakitkan, tetapi saya bangga dengan tim ini dan semua yang telah kami capai bersama sepanjang musim ini,” tulis Gabriel.
“Terima kasih kepada para suporter luar biasa atas dukungan kalian di setiap langkah perjalanan kami. Kalian pantas merayakan perjalanan ini bersama kami dan menikmati parade hari ini! Sampai jumpa musim depan!” lanjutnya.
Gabriel menjadi pemain pertama yang gagal mengeksekusi penalti dengan bola melambung di atas mistar dalam adu penalti final Liga Champions sejak Serginho pada 2005. Kala itu, Serginho juga mengalami nasib serupa saat AC Milan kalah dari Liverpool.
Sebelum kegagalan Gabriel, Eberechi Eze dan Nuno Mendes juga sempat gagal menuntaskan penalti. Namun, eksekusi Gabriel terjadi dalam situasi wajib gol sehingga langsung menentukan hasil akhir.
Arsenal pun mencatat rekor yang tidak diinginkan. Mereka menjadi tim pertama yang dua kali gagal mencetak gol melalui adu penalti dalam final Liga Champions.
Secara permainan, PSG memang tampil lebih dominan sepanjang 120 menit. Arsenal hanya mencatat penguasaan bola sebesar 24,7 persen, menjadi yang terendah dalam final Liga Champions sejak data Opta mulai dicatat pada musim 2003-04.
Satu-satunya tembakan tepat sasaran Arsenal sepanjang laga berasal dari gol Kai Havertz pada menit keenam. PSG melepaskan 21 percobaan tembakan, sedangkan Arsenal hanya tujuh kali mencoba peruntungan.
Dominasi PSG juga terlihat dari distribusi umpan. Arsenal hanya membukukan 196 umpan sukses, jauh di bawah PSG yang mencatat 809 umpan sukses. Bahkan, Vitinha seorang diri mencatat 141 umpan sukses, hampir menyamai total 10 pemain lapangan Arsenal yang hanya mengumpulkan 148 umpan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
