Fakta-Fakta Piala Dunia yang Jarang Diketahui: Ada Jejak Indonesia dan Skor 9-0

05 Jun 2026 • 02:33 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Piala Dunia selalu menjadi panggung lahirnya legenda. Nama-nama seperti Pele, Diego Maradona, Gerd Muller, Just Fontaine, hingga Lionel Messi mewarnai sejarah turnamen terbesar sepak bola dunia itu.

Menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, menarik untuk menengok kembali perjalanan kompetisi ini sejak pertama kali digelar pada 1930. Dari perubahan format, jumlah gol, hingga rekor individu yang masih bertahan puluhan tahun, ada banyak fakta menarik yang membentuk sejarah Piala Dunia.

Turnamen yang terus berkembang

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan 48 peserta dan 104 pertandingan. Jumlah itu bahkan melampaui total laga pada lima edisi pertama jika digabungkan.

Sejak pertama kali digelar di Uruguay pada 1930, format kompetisi terus berubah. Pada awal penyelenggaraan, struktur turnamen kerap berbeda dari satu edisi ke edisi lainnya.

Salah satu keunikan terbesar terjadi pada Piala Dunia 1950. Edisi tersebut menjadi satu-satunya yang tidak memiliki partai final. Setelah fase grup, para juara grup bertanding dalam babak final berbentuk liga mini untuk menentukan juara dunia.

Uruguay akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan tuan rumah Brasil pada laga penentuan. Menariknya, Uruguay memainkan dua pertandingan lebih sedikit dibandingkan Brasil selama turnamen itu.

Secara keseluruhan, hingga sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, sudah ada 964 pertandingan yang dimainkan. Brasil memegang rekor sebagai tim dengan jumlah laga terbanyak, yakni 114 pertandingan, unggul dua laga atas Jerman atau Jerman Barat.

Indonesia, yang kala itu masih bernama Hindia Belanda, juga punya catatan unik. Kekalahan dari Hungaria pada Piala Dunia 1938 menjadi satu-satunya pertandingan yang pernah dimainkan Indonesia di putaran final Piala Dunia.

Ketika gol mengalir deras

Jika berbicara soal pesta gol, Piala Dunia 1954 di Swiss masih menjadi edisi paling produktif dalam sejarah.

Sebanyak 140 gol tercipta hanya dalam 26 pertandingan. Artinya, rata-rata pertandingan menghasilkan 5,38 gol, angka yang hingga kini belum pernah mendekati terulang.

Enam edisi pertama Piala Dunia semuanya memiliki rata-rata lebih dari 3,6 gol per pertandingan. Namun sejak 1962, angka itu tidak pernah lagi mencapai tiga gol per laga.

Puncak penurunan terjadi pada Piala Dunia 1990 di Italia, dengan rata-rata hanya 2,21 gol per pertandingan. Turnamen tersebut kemudian menjadi salah satu alasan lahirnya aturan backpass untuk membuat permainan lebih ofensif.

Perbandingan antara 1954 dan 1990 sangat mencolok. Meski hanya memiliki setengah jumlah pertandingan, Piala Dunia 1954 menghasilkan 25 gol lebih banyak dibandingkan edisi 1990.

Hungaria menjadi tim paling eksplosif dalam satu edisi Piala Dunia setelah mencetak 27 gol pada 1954. Jumlah itu setara dengan hampir 20 persen dari seluruh gol yang tercipta di turnamen tersebut.

Brasil juga mencatat rekor tersendiri. Sebagai tuan rumah pada 1950, Selecao mencetak 22 gol dan menjadi tim tuan rumah paling produktif dalam sejarah Piala Dunia.

Skor-skor fantastis dan laga bersejarah

Sejarah Piala Dunia dipenuhi pertandingan dengan skor yang sulit dibayangkan di era modern.

Kemenangan 9-0 Hungaria atas Korea Selatan pada 1954 masih menjadi salah satu margin kemenangan terbesar sepanjang sejarah turnamen. Rekor tersebut sejajar dengan dua kemenangan lain yang juga berjarak sembilan gol.

Laga itu juga melahirkan salah satu penampilan individu paling mengesankan. Sandor Kocsis mencetak hattrick melawan Korea Selatan sebelum kembali mencetak empat gol saat menghadapi Jerman Barat tiga hari kemudian.

Kocsis menjadi pemain pertama yang mencatat hattrick dalam dua pertandingan Piala Dunia secara beruntun. Prestasi itu baru bisa disamai Gerd Muller pada edisi 1970.

Sementara itu, ada lima pertandingan dalam sejarah Piala Dunia yang menghasilkan dua digit gol. Salah satu yang paling terkenal adalah kemenangan Austria 7-5 atas Swiss pada 1954.

Pertandingan tersebut menjadi salah satu dari hanya dua laga Piala Dunia yang menghadirkan pemain dari kedua tim sama-sama mencetak hattrick.

Rekor pencetak gol yang masih bertahan

Dalam urusan mencetak gol, nama Just Fontaine masih berdiri di puncak.

Penyerang Prancis itu mencetak 13 gol hanya dalam enam pertandingan pada Piala Dunia 1958. Hingga kini, belum ada pemain yang mampu melampaui catatan tersebut dalam satu edisi turnamen.

Fontaine memecahkan rekor Sandor Kocsis yang mencetak 11 gol empat tahun sebelumnya. Hebatnya lagi, seluruh 13 gol Fontaine lahir hanya dalam satu turnamen sepanjang karier Piala Dunianya.

Untuk rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, posisi teratas saat ini ditempati Miroslav Klose dengan 16 gol.

Sebelumnya, rekor itu pernah dipegang Guillermo Stabile, Just Fontaine, Gerd Muller, lalu Ronaldo Nazario sebelum akhirnya berpindah ke Klose.

Lionel Messi kini telah mengoleksi 13 gol Piala Dunia, sementara Kylian Mbappe mengemas 12 gol. Keduanya masih berpeluang menambah koleksi pada Piala Dunia 2026.

Mbappe juga sudah mencetak gol dalam dua final Piala Dunia berbeda, yakni pada 2018 dan 2022. Ia bergabung dengan daftar elite yang sebelumnya diisi Vava, Pele, Paul Breitner, dan Zinedine Zidane.

Messi, Ronaldo, dan perburuan rekor baru

Selain rekor gol, Piala Dunia 2026 juga berpotensi menghadirkan sejarah baru terkait jumlah penampilan.

Messi saat ini memegang rekor pertandingan terbanyak di Piala Dunia dengan 26 laga. Di belakangnya ada Lothar Matthaus dengan 25 pertandingan dan Miroslav Klose dengan 24 laga.

Cristiano Ronaldo telah memainkan 22 pertandingan Piala Dunia, sementara Luka Modric mengoleksi 19 penampilan.

Messi dan Ronaldo diperkirakan menjadi pemain pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia berbeda. Sebelumnya, belum ada pemain yang mencapai angka tersebut.

Modric juga berpeluang mencatat sejarah unik. Jika tampil pada 2026, gelandang Kroasia itu akan memainkan Piala Dunia kelimanya, meski tidak beruntun karena Kroasia gagal lolos pada 2010.

Di sisi lain, Pele masih memegang rekor yang tampaknya paling sulit disamai. Legenda Brasil itu menjadi satu-satunya pemain yang pernah memenangkan tiga gelar Piala Dunia, yakni pada 1958, 1962, dan 1970.

Brasil juga menjadi tim terakhir yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia saat menjuarai edisi 1958 dan 1962. Sejak saat itu, tidak ada negara yang mampu menjuarai dua Piala Dunia secara beruntun.

Kini perhatian tertuju pada Messi dan Argentina. Setelah sukses mengangkat trofi pada 2022, sang kapten berpeluang menambah babak baru dalam sejarah turnamen terbesar sepak bola dunia.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya