Gagal di Eropa, Real Madrid Dikabarkan Siap Melakukan Perombakan Besar
KOLOMBOLA.COM – Real Madrid kembali menghadapi sorotan besar setelah hasil buruk di Eropa memicu evaluasi internal yang serius. Klub berjuluk Los Blancos itu disebut tidak puas dengan performa tim dan mulai mempertimbangkan perubahan besar, termasuk di kursi pelatih.
Sebagai klub dengan standar tertinggi dan koleksi 15 trofi Liga Champions, Real Madrid dikenal tidak memberi banyak ruang bagi kegagalan. Karena itu, tersingkir dari Bayern Munchen menjadi pukulan berat di tengah musim yang sejak awal sudah penuh tekanan.
Sejarah di Santiago Bernabeu juga menunjukkan bahwa pelatih sukses pun tidak selalu aman. Vicente del Bosque pernah dipecat meski baru menjuarai La Liga, sementara Carlo Ancelotti juga harus angkat kaki meski baru mempersembahkan gelar Liga Champions. Situasi ini memperkuat keyakinan bahwa kegagalan besar kerap berujung pada keputusan tegas dari klub.
Alvaro Arbeloa, yang baru ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Januari lalu menggantikan Xabi Alonso, kini disebut berada dalam posisi yang rapuh. Meski demikian, ia diperkirakan masih akan tetap memimpin tim hingga akhir musim karena pergantian pelatih di fase ini dinilai tak akan banyak mengubah keadaan.
Menanggapi spekulasi soal masa depannya, Arbeloa memilih tenang. Ia menegaskan tidak memikirkan kemungkinan pemecatan dan menyebut dirinya hanya ingin Real Madrid menang, siapa pun pelatihnya. Arbeloa juga mengaku sudah melakukan semaksimal mungkin untuk membantu tim meraih hasil terbaik.
Di sisi lain, nama-nama kandidat pengganti mulai bermunculan. Jurgen Klopp sempat dikaitkan, meski ia telah menegaskan komitmennya bersama Red Bull. Zinedine Zidane kembali masuk dalam daftar karena kedekatannya dengan presiden klub Florentino Perez, walau ia disebut lebih tertarik menangani timnas Prancis. Didier Deschamps dan Mauricio Pochettino juga turut disebut sebagai opsi.
Namun, masalah Real Madrid disebut tidak berhenti pada pelatih. Sumber internal klub menilai persoalan yang dihadapi lebih dalam, mulai dari ketidakseimbangan skuad, rekrutmen yang kurang tepat, hingga sulitnya menjaga harmoni di ruang ganti yang dipenuhi pemain bintang.
Sejumlah pihak bahkan menilai Real Madrid membutuhkan perombakan besar, termasuk kemungkinan melepas salah satu pemain bintang demi membuka ruang bagi pembenahan di beberapa posisi penting. Isu soal besarnya pengaruh pemain juga ikut mencuat, dengan anggapan bahwa tidak semua pemain menunjukkan keinginan yang cukup untuk terus berkembang.
Dengan situasi tersebut, masa depan Real Madrid kini menjadi perhatian utama. Keputusan klub dalam beberapa waktu ke depan akan sangat menentukan arah kebangkitan Los Blancos setelah musim yang mengecewakan di Eropa.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
