Guardiola Ingatkan Barcelona, Obsesi Liga Champions Bisa Jadi Ancaman
KOLOMBOLA.COM – Pep Guardiola mengingatkan Barcelona agar tidak menjadikan Liga Champions sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah musim. Menurut mantan pelatih Blaugrana itu, konsistensi di kompetisi domestik tetap menjadi fondasi utama bagi tim elite.
Peringatan tersebut muncul ketika Barcelona mulai kembali disebut sebagai salah satu kandidat kuat juara Eropa. Tim asal Catalunya itu juga terus dikaitkan dengan sejumlah nama besar di bursa transfer musim panas.
Guardiola menilai tekanan untuk menjuarai Liga Champions memang sangat besar. Ia paham betul situasi itu setelah membawa Manchester City meraih gelar perdana kompetisi tersebut usai bertahun-tahun menghadapi ekspektasi tinggi.
“Liga Champions menghancurkan proyek, saya berharap itu tidak terjadi di Barcelona,” kata Guardiola. Ia menegaskan, kegagalan di ajang tersebut tidak otomatis membuat pekerjaan yang sudah dibangun menjadi sia-sia.
Pelatih asal Catalunya itu juga menilai La Liga merupakan tolok ukur yang lebih jelas untuk melihat konsistensi sebuah tim. Menurutnya, banyak faktor memengaruhi perjalanan di Eropa, mulai dari kebugaran pemain, cedera, hingga keputusan wasit.
“Yang penting adalah keseharian berjalan baik dan tim terus berkembang,” ujar Guardiola. Ia menambahkan bahwa kualitas sebuah musim tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan mencapai final atau mengangkat trofi Liga Champions.
Peringatan Guardiola memiliki dasar kuat jika melihat pengalaman Barcelona dalam satu dekade terakhir. Klub tersebut beberapa kali tersingkir di fase gugur Liga Champions meski tampil dominan di kompetisi domestik.
Ernesto Valverde, misalnya, sempat mempersembahkan dua gelar La Liga pada periode 2017 hingga 2019. Namun, dua kegagalan menyakitkan di Liga Champions membuat masa kerjanya berakhir lebih cepat.
Saat ini, Hansi Flick berada dalam situasi berbeda karena berhasil membawa Barcelona kembali kompetitif di level Eropa. Guardiola bahkan mengaku terkesan dengan perkembangan permainan yang ditunjukkan tim tersebut.
“Mereka menjalani dua tahun yang luar biasa,” kata Guardiola. Ia juga mengaku menyukai cara bermain yang diterapkan Flick bersama Barcelona.
Selain membahas target Liga Champions, Guardiola turut menanggapi rumor transfer dua mantan anak asuhnya, Bernardo Silva dan Julian Alvarez, yang dikaitkan dengan Barcelona. Ia menilai Bernardo mampu beradaptasi di tim mana pun, sementara Alvarez disebutnya memiliki kualitas tinggi.
Jika keduanya benar-benar bergabung, Barcelona berpeluang semakin kuat pada musim 2026-2027. Namun, tantangan terbesar tetap sama, yakni menjaga keseimbangan antara ambisi menjuarai Liga Champions dan keberlanjutan proyek yang sedang dibangun.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
