Persib Klarifikasi Sanksi FIFA: Bukan Soal Gaji, Melainkan Terminasi Kontrak Daisuke Sato

05 Jun 2026 • 02:29 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Persib Bandung memberikan klarifikasi terkait sanksi larangan registrasi pemain baru dari FIFA. Klub menegaskan, persoalan tersebut bukan disebabkan penunggakan gaji pemain, melainkan berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan bek mereka, Daisuke Sato.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa sanksi itu muncul setelah berakhirnya kerja sama Persib dengan Sato pada Januari 2024. Saat itu, bek asal Filipina tersebut masih memiliki kontrak hingga 2025.

“Perlu kami jelaskan bahwa keputusan tersebut berasal dari satu perkara spesifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, pada tahun 2023,” ujar Adhitia.

“Dengan demikian, persoalan ini bukan terkait penunggakan gaji pemain ataupun bentuk pengabaian terhadap hak-hak pemain sebagaimana yang mungkin dipersepsikan oleh sebagian pihak,” lanjutnya.

Sato bergabung dengan Persib pada pertengahan 2022 dari klub Thailand, Ratchaburi FC. Selama membela Maung Bandung, ia tampil dalam 44 pertandingan, mencetak dua gol, dan menyumbang satu assist.

Adhitia menyebut Persib saat ini tengah menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari keputusan FIFA tersebut. Klub juga terus menjalani proses administratif yang diperlukan agar persoalan itu segera tuntas.

“Sebagai klub yang berkomitmen menjalankan tata kelola sepak bola yang baik, Persib senantiasa berupaya memenuhi seluruh kewajiban kontraktual serta menjalankan setiap proses sesuai regulasi yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Adhitia.

Ia menegaskan bahwa Persib menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak pemain, pelatih, karyawan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan. Saat ini, kata dia, klub fokus menuntaskan kewajiban agar status tersebut bisa segera ditinjau dan dicabut sesuai mekanisme FIFA.

Adhitia juga memastikan sanksi itu tidak mengganggu persiapan tim menyambut musim baru. Seluruh program yang sudah disusun tetap berjalan sesuai rencana.

“Kami juga ingin memastikan kepada seluruh Bobotoh, mitra, dan masyarakat sepak bola Indonesia bahwa situasi ini tidak memengaruhi stabilitas maupun arah pengembangan klub. Aktivitas operasional, persiapan tim, serta berbagai agenda strategis yang telah direncanakan tetap berjalan dengan baik dan sesuai target,” ujarnya.

Menurut Adhitia, persoalan administratif dan sengketa kontraktual adalah bagian dari dinamika yang lazim terjadi dalam sepak bola profesional. Yang terpenting, kata dia, adalah itikad baik dan tanggung jawab semua pihak untuk menyelesaikannya secara profesional.

Ia juga menjelaskan bahwa Persib memilih memberikan penjelasan terbuka kepada publik agar Bobotoh dan masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai situasi yang terjadi.

“Kami memahami besarnya perhatian dan kecintaan Bobotoh terhadap klub ini. Karena itu, kami merasa penting untuk memberikan penjelasan yang utuh agar seluruh pihak memperoleh konteks yang tepat mengenai situasi yang sedang berlangsung,” tuturnya.

“Kami percaya bahwa keterbukaan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap regulasi merupakan fondasi penting dalam membangun klub yang sehat dan berkelanjutan,” sambung Adhitia.

Persib menegaskan akan menyelesaikan proses tersebut dengan penuh tanggung jawab sambil tetap fokus menjaga standar profesionalisme dan memberi yang terbaik bagi Bobotoh serta sepak bola Indonesia.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya