Khvicha Kvaratskhelia, Motor Permainan PSG yang Bisa Menjadi Penentu di Final Liga Champions

Khvicha Kvaratskhelia tidak hanya menghadirkan kreativitas di lini depan. Pemain berusia 25 tahun itu juga berkembang menjadi sosok yang lebih komplet berkat disiplin bertahan yang diterapkan pelatih Luis Enrique.

Georgia memang gagal tampil di Piala Dunia 2026. Namun, absennya negara tersebut di turnamen terbesar sepak bola dunia tidak mengurangi sorotan terhadap Kvaratskhelia di level elite Eropa.

Musim ini, Kvaratskhelia menjadi motor utama permainan PSG di Liga Champions. Catatan gol, assist, dan kontribusi tanpa bola membuatnya dianggap sebagai salah satu pemain paling menentukan di kompetisi tersebut.

Dari Napoli ke Paris

Kvaratskhelia mulai mencuri perhatian saat memperkuat Napoli pada 2022. Ia langsung berkembang menjadi pemimpin teknis tim dan membantu klub Italia itu kembali bersaing di Serie A.

Selama dua setengah musim di Napoli, Kvaratskhelia mencatat 21 gol dan 17 assist dari permainan terbuka di liga. Ia juga membukukan 196 dribel sukses, jumlah tertinggi di Serie A pada periode tersebut.

Performa itu membuat PSG bergerak cepat pada Januari 2025. Klub asal Paris tersebut kemudian menjadikan Kvaratskhelia sebagai bagian penting dari proyek mereka di Eropa.

Luis Enrique pun langsung memahami kualitas sang pemain. “Dia memiliki kemampuan satu lawan satu yang luar biasa dan bisa bermain di tengah atau sebagai nomor sembilan,” ujar Enrique.

Menjadi Raja Fase Gugur Liga Champions

Kvaratskhelia tampil luar biasa sepanjang Liga Champions 2025/2026. Ia sejajar dengan Harry Kane dan Kylian Mbappe sebagai pemain dengan keterlibatan gol terbanyak, yakni 16 kontribusi.

Pemain Georgia itu juga mencatat rekor baru di kompetisi tersebut. Kvaratskhelia menjadi pemain pertama yang mencetak gol atau assist dalam tujuh laga fase gugur beruntun dalam satu musim Liga Champions.

Kontribusi terbaiknya hadir ketika PSG menghadapi Bayern Munchen di semifinal. Dalam proses gol pembuka, ia memperlihatkan kombinasi kecepatan, kecerdasan, dan ketenangan di bawah tekanan.

Serangan dimulai dari operan vertikal Willian Pacho kepada Kvaratskhelia. Dalam situasi membelakangi gawang, ia melepas umpan satu sentuhan kepada Fabian Ruiz sebelum langsung berlari meninggalkan kawalan lawan.

Dalam hitungan detik, Kvaratskhelia membawa bola lebih dari 60 meter menuju area berbahaya. Ia kemudian mengirimkan cut-back akurat yang diselesaikan Ousmane Dembele menjadi gol.

Berkembang Jadi Pemain Komplet

Kvaratskhelia kini tidak hanya identik dengan aksi menyerang. Di bawah arahan Luis Enrique, ia berkembang menjadi winger yang aktif membantu pertahanan.

“Secara teknik, saya sama bagusnya seperti saat di Napoli. Namun, saya berkembang pesat dalam bertahan bersama Luis Enrique,” kata Kvaratskhelia.

Data Liga Champions menunjukkan perubahan besar tersebut. Kvaratskhelia menjadi satu dari hanya dua winger yang mencatat lebih dari 800 tekanan intensitas tinggi sejak fase gugur musim lalu.

Pergerakannya di sisi kiri tetap menjadi kekuatan utama PSG. Akan tetapi, ia kini lebih disiplin dalam menjaga keseimbangan permainan dan memberi ruang bagi Achraf Hakimi serta Nuno Mendes untuk naik membantu serangan.

Ancaman Besar untuk Arsenal

PSG kini berada di ambang mempertahankan gelar Liga Champions. Jika berhasil mengalahkan Arsenal di final, klub Prancis itu akan menjadi tim kedua di era Liga Champions yang mampu mempertahankan trofi.

Kvaratskhelia diperkirakan kembali menjadi kunci permainan PSG. Kecepatan transisi, kemampuan duel satu lawan satu, dan kerja keras tanpa bola membuatnya sangat sulit dihentikan.

Julukan “Kvaradona” yang lahir di Napoli kini terasa semakin relevan. Kvaratskhelia telah berkembang dari entertainer menjadi salah satu penyerang paling komplet di sepak bola Eropa.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya