Timnas Indonesia Fokus Regenerasi, John Herdman Pantau Talenta Muda Menuju Piala Dunia 2030

22 May 2026 • 14:22 iMedia

KOLOMBOLA.COM – John Herdman menilai regenerasi menjadi faktor penting dalam membangun kekuatan Timnas Indonesia. Pelatih asal Inggris itu merujuk pengalamannya saat menangani Kanada sebagai acuan dalam mengembangkan skuad.

Menurut Herdman, perkembangan pemain muda bisa berlangsung cepat jika diarahkan dengan tepat. Karena itu, pemantauan terhadap pemain potensial dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Regenerasi Jadi Fokus Utama

Herdman menegaskan pembangunan skuad Timnas Indonesia harus memiliki arah yang jelas menuju 2030. Ia menilai proses pembentukan tim tidak bisa dilakukan secara instan.

“Menurut saya ini generasi yang sangat menarik. Hal terpenting dalam membangun sebuah tim adalah memahami timnas ini ingin dibawa ke mana pada tahun 2030,” kata Herdman via kanal YouTube Antara TV Indonesia.

Ia mengaku banyak belajar dari proses bersama Timnas Kanada menuju Piala Dunia 2022. Menurut dia, sejumlah pemain yang awalnya belum masuk radar justru berkembang menjadi pemain penting di Eropa.

“Tajon Buchanan misalnya, yang sekarang bermain di level top Eropa (Inter Milan), dulu bahkan belum masuk daftar. Jonathan David juga begitu,” ujar Herdman.

Pantau Pemain Muda di Kompetisi Lokal

Timnas Indonesia kini aktif mencari pemain potensial sejak usia muda. Herdman menilai pencarian bakat tidak boleh berhenti pada pemain yang sudah dikenal publik.

“Kita harus melihat pemain usia 15 tahun,” ucap pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ia juga menilai koordinasi dengan direktur teknik sangat penting dalam menentukan arah pengembangan pemain.

Herdman turut memberi contoh Alfharezzi Buffon yang tampil reguler bersama Borneo FC. Menurutnya, pemain muda seperti itu perlu segera mendapat pengalaman internasional.

“Pemain seperti itu perlu diberi kesempatan sekarang juga untuk menunjukkan kualitasnya di level lebih tinggi,” tutur Herdman.

Diaspora Juga Masuk Pemantauan

Selain pemain lokal, Timnas Indonesia juga terus memantau pemain keturunan di luar negeri. Herdman mengungkapkan ada beberapa talenta muda diaspora yang sedang diamati.

“Ada pemain muda di Jerman yang kami pantau. Ada juga dua pemain di Belanda,” kata Herdman. Ia menambahkan pemantauan juga dilakukan di Australia dan Amerika Serikat.

Timnas Indonesia ingin menjaga keseimbangan antara pemain lokal dan diaspora agar kualitas skuad terus meningkat menuju level kompetitif dunia.

Menurut Herdman, Indonesia membutuhkan lebih banyak pemain tier 1 dan tier 2 yang tampil di liga top Eropa. Hal itu dinilai penting untuk mendongkrak kualitas permainan tim nasional.

Pengalaman Internasional Jadi Kunci

Herdman menilai percepatan perkembangan pemain muda harus ditempuh lewat pengalaman bertanding di level internasional. Ia percaya kesempatan bermain di level tinggi bisa mempercepat kematangan pemain.

“Ketika mereka diberi pengalaman internasional lebih cepat, karier mereka bisa melonjak ke level berikutnya,” kata Herdman.

Ia menambahkan, proses tersebut akan membantu Timnas Indonesia membangun skuad yang kompetitif untuk masa depan. Departemen teknis kini memiliki tugas besar dalam memilih pemain yang tepat, lalu memberi jalur perkembangan yang jelas menuju level elite dunia.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya