Musim Liverpool Menurut Mac Allister: Ekspektasi Tinggi, Realita Justru Menyakitkan

17 Apr 2026 • 00:20 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Harapan besar sempat menyertai Liverpool setelah melakukan investasi besar di bursa transfer. Namun, performa di lapangan tak sejalan dengan ambisi yang diusung pada awal musim.

Harapan itu kembali mendapat pukulan saat Liverpool kalah 0-2 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada leg kedua perempat final Liga Champions di Anfield. Hasil tersebut membuat The Reds tersingkir dengan agregat telak 0-4 dan harus mengakhiri mimpi meraih trofi Eropa musim ini.

Meski tampil lebih agresif dibanding leg pertama, Liverpool tetap kesulitan menembus rapatnya permainan PSG. Alexis Mac Allister mengakui timnya sudah berusaha maksimal, tetapi kualitas lawan menjadi pembeda.

“Kami lebih agresif, kami mencoba menekan, kami memiliki peluang, tetapi kami bermain melawan tim terbaik di dunia. Hasilnya memang seperti itu, dan kami harus mengucapkan selamat kepada lawan,” ujar Mac Allister kepada Sport TV, dikutip Liverpool Echo.

Gelandang asal Argentina itu juga menilai musim Liverpool jauh di bawah ekspektasi. Ia mengaku tidak menyangka timnya akan melalui musim seberat ini, terlebih setelah optimisme tinggi mengiringi awal kedatangan Arne Slot dan belanja besar klub pada bursa transfer.

Alih-alih bersaing di papan atas secara konsisten, Liverpool justru kehilangan stabilitas. Mereka tercatat menelan 17 kekalahan di semua kompetisi dan kini tertahan di posisi kelima klasemen.

“Jelas bahwa ini adalah musim yang sulit dan menantang. Jika Anda bertanya kepada saya di awal musim apa yang saya harapkan, saya akan mengatakan bahwa tim ini akan berjuang dan memenangkan berbagai kompetisi, tetapi sayangnya, itu tidak terjadi,” kata Mac Allister.

Di tengah musim yang berat, Liverpool juga harus menghadapi kabar duka atas meninggalnya Diogo Jota. Peristiwa itu tentu memberi dampak emosional bagi tim, namun Mac Allister menegaskan bahwa hal tersebut bukan satu-satunya alasan atas merosotnya performa The Reds.

Menurutnya, Liverpool tetap harus bertanggung jawab atas hasil di lapangan dan segera menemukan jalan untuk bangkit. “Kita harus terus bekerja, karena tahun ini tidak adil bagi klub. Tentu saja, kita ingat Diogo Jota, dan itu adalah periode yang rumit, tetapi kita tidak bisa menjadikannya alasan. Saya tidak percaya itu sebabnya tahun ini begitu rumit bagi kami,” ujarnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya