Jason McAteer: Liverpool Masih Punya Peluang Balikkan Agregat di Anfield
KOLOMBOLA.COM – Mantan pemain Liverpool, Jason McAteer, menilai peluang The Reds untuk membalikkan keadaan di leg kedua perempat final Liga Champions masih terbuka, meski kekalahan 0-2 dari Paris Saint-Germain di Parc des Princes membuat tugas mereka berat.
McAteer mengatakan, jika PSG mampu menambah satu gol lagi, maka peluang Liverpool untuk mengejar ketertinggalan akan semakin kecil. Namun, menurutnya, defisit dua gol masih bisa diatasi, terutama dengan dukungan penuh suporter di Anfield.
Dalam laga leg pertama yang digelar pada Rabu malam, Liverpool tampil jauh di bawah standar. Arne Slot mencoba pendekatan berbeda dengan menurunkan Jeremie Frimpong dan Milos Kerkez sebagai wing-back dalam formasi tiga bek, dengan Virgil van Dijk menjadi pusat pertahanan. Skema itu dinilai tidak berjalan efektif.
Sepanjang pertandingan, Liverpool bahkan tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Sementara itu, PSG mampu melepaskan enam percobaan ke arah gawang dan mengendalikan jalannya laga. Kekalahan 0-2 membuat Liverpool wajib menang dengan selisih minimal tiga gol jika ingin memastikan tiket ke semifinal.
Situasi Liverpool sempat berpotensi lebih buruk ketika Warren Zaïre-Emery terjatuh di kotak penalti pada menit ke-70. Namun, wasit tidak menunjuk titik putih, sehingga PSG gagal memperlebar keunggulan mereka.
McAteer menilai, jika ketertinggalan Liverpool berubah menjadi tiga gol, maka kebangkitan akan sangat sulit. Meski demikian, ia tetap percaya bahwa skor 0-2 belum menutup semua peluang.
Dalam wawancara bersama LFC TV, McAteer menyebut Anfield bisa menjadi faktor penting pada leg kedua. Atmosfer stadion dan dukungan publik tuan rumah diyakini dapat membantu Liverpool menampilkan performa terbaik.
Setelah laga tersebut, Liverpool dijadwalkan lebih dulu menghadapi Fulham di Premier League pada Sabtu, sebelum menjamu PSG di Anfield pada Selasa mendatang. Dukungan dari tribun Kop dipastikan kembali menjadi harapan utama untuk membangun kebangkitan.
Musim ini, Liverpool sebelumnya sempat menunjukkan kemampuan bangkit saat menyingkirkan Galatasaray. Mereka kala itu mampu menang meyakinkan 4-0 di kandang setelah tertinggal di leg pertama. Hasil tersebut menjadi modal moral, meski lawan yang dihadapi kali ini jauh lebih berat.
Namun, tantangan melawan PSG dinilai berbeda. Selain kualitas lawan yang lebih merata, Liverpool juga dituntut segera memperbaiki efektivitas serangan dan mengembalikan identitas permainan mereka jika ingin menjaga asa lolos ke semifinal.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
