Faktor Keamanan Usai May Day Jadi Alasan Kepolisian Tak Izinkan Persija Bermain di Jakarta Saat Menjamu Persib
KOLOMBOLA.COM – Kepolisian tidak memberikan izin kepada Persija Jakarta untuk menjamu Persib Bandung di Jakarta. Keputusan itu diambil dengan pertimbangan utama faktor keamanan yang dinilai belum kondusif usai peringatan May Day.
Alasan tersebut disampaikan oleh Ferry usai pertemuan di Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/5). Ia menyebut aparat melihat adanya potensi risiko jika laga dengan rivalitas tinggi itu tetap digelar di ibu kota.
"Keamanan. Keamanan. Kan tadi sudah dibilang ya bahwa setelah May Day maka akan ada indikasi kemungkinan mereka khawatir seperti itu," ujar Ferry kepada wartawan.
Menurut Ferry, situasi di daerah lain juga menjadi bahan pertimbangan. Salah satu insiden yang terjadi di Bandung disebut ikut memengaruhi penilaian aparat terhadap kondisi keamanan di Jakarta.
"Iya, dengan situasi yang… kan kemarin ada kejadian di Bandung kan, ada seratus orang lebih yang ditangkap. Mungkin dari hasil interogasi itu mereka menganggap bahwa Jakarta rawan," kata Ferry.
Ferry menegaskan larangan tersebut berlaku untuk seluruh wilayah Jakarta tanpa pengecualian stadion tertentu. Artinya, pertandingan tidak bisa tetap digelar di ibu kota, termasuk dengan skema tertutup tanpa penonton.
"Di Jakarta semuanya tidak boleh. Tanpa penonton pun tidak boleh," imbuhnya.
Dengan kondisi itu, panitia pelaksana harus mencari lokasi alternatif agar pertandingan tetap bisa berlangsung sesuai jadwal. Persija akhirnya dijadwalkan menjamu Persib di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5) pukul 15.30 WIB.
Laga pekan ke-32 BRI Super League 2025/26 tersebut tetap bisa disaksikan oleh penonton tuan rumah. Namun, suporter Persib, Bobotoh, tidak diperbolehkan hadir di stadion.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
