Jejak Karier Shin Tae-yong, Kandidat Pelatih Baru Persija Jakarta yang Pernah Bikin Geger Piala Dunia 2018

KOLOMBOLA.COM – Nama Shin Tae-yong kembali menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan kursi pelatih Persija Jakarta untuk musim mendatang. Pelatih asal Korea Selatan itu disebut-sebut menjadi kandidat utama untuk memimpin Macan Kemayoran usai klub ibu kota mengakhiri kerja sama dengan Mauricio Souza.

Kehadiran Shin Tae-yong tentu menarik perhatian publik. Pasalnya, ia meninggalkan kesan kuat selama menangani Timnas Indonesia, meski akhirnya berpisah dengan PSSI. Berikut rekam jejak kepelatihan Shin Tae-yong sebelum kembali dirumorkan melatih di Indonesia.

Shin Tae-yong memulai karier kepelatihannya pada Juli 2005 saat menjadi asisten pelatih Queensland Roar di Australia. Selama tiga tahun, ia bekerja bersama dua pelatih berbeda, Miron Bleiberg dan Frank Farina.

Pekerjaan pertamanya sebagai pelatih kepala datang pada 2008 ketika ditunjuk menangani Seongnam Ilhwa Chunma. Awalnya ia berstatus caretaker, lalu dikukuhkan sebagai pelatih definitif pada 2010.

Tidak butuh waktu lama bagi Shin Tae-yong untuk mempersembahkan prestasi. Pada musim berikutnya, ia membawa Seongnam menjuarai Liga Champions Asia 2010 dan Piala FA Korea 2011. Catatan tersebut membuatnya mencatat sejarah sebagai sosok pertama yang mampu menjuarai Liga Champions Asia sebagai pemain dan pelatih.

Setelah meninggalkan Seongnam pada 2012, Shin Tae-yong sempat menganggur selama dua tahun sebelum kembali ke level tim nasional. Pada 2014, ia ditunjuk sebagai asisten pelatih Timnas Korea Selatan di bawah asuhan Hong Myung-bo.

Tugas itu hanya berlangsung beberapa bulan sebelum ia dipercaya menjadi caretaker pelatih kepala pada Agustus 2014. Setelah itu, ia kembali menjalani peran sebagai asisten pelatih di era Uli Stielike.

Dalam periode berikutnya, Shin Tae-yong juga menangani Korea Selatan U-23 pada 2015-2016, Korea Selatan U-17 pada 2016-2017, hingga akhirnya dipercaya memimpin tim senior pada 2017-2018. Bersama Korea Selatan, ia meraih runner-up Piala Asia U-23 2016, juara Piala EAFF 2017, serta mengantar Taeguk Warriors tampil di Piala Dunia 2018.

Momen paling dikenang dari masa kepelatihannya di Korea Selatan adalah saat tim asuhannya mengalahkan Jerman 2-0 pada laga terakhir Grup F Piala Dunia 2018. Meski tidak lolos ke 16 besar, Korea Selatan sukses membuat sang juara bertahan tersingkir di fase grup.

Shin Tae-yong kemudian menukangi Timnas Indonesia mulai Januari 2020. Selain tim senior, ia juga menangani Timnas U-20 dan U-23. Masa kerjanya di Indonesia menjadi yang terlama dalam kariernya, yakni hingga Januari 2025.

Selama menangani Indonesia, Shin Tae-yong mempersembahkan sejumlah pencapaian, termasuk runner-up Piala AFF 2020, medali perunggu SEA Games 2021, dan runner-up Piala AFF U-23 2023. Ia juga membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Asia 2023, menembus semifinal Piala Asia U-23 2024, serta melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Setelah kembali ke Korea Selatan, Shin Tae-yong sempat menerima tugas menangani Ulsan HD. Namun, masa baktinya di klub tersebut tidak berlangsung lama. Ia hanya memimpin 10 pertandingan dengan catatan dua kemenangan, empat imbang, dan empat kekalahan.

Secara umum, rekor Shin Tae-yong sebagai pelatih klub belum terlalu menonjol. Satu-satunya pencapaian terbesar yang paling sering dikenang adalah keberhasilannya bersama Seongnam Ilhwa. Meski begitu, pengalamannya di level tim nasional membuat namanya tetap dihormati, termasuk saat kembali dikaitkan dengan Persija Jakarta.

Disadur dari Bola.com (Radifa Arsa, Wiwig Prayugi)

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya