Misi Perdana Shin Tae-yong di Persija: Bangun Fondasi Fisik

KOLOMBOLA.COM – Latihan perdana Persija Jakarta di bawah asuhan Shin Tae-yong belum langsung diisi materi berintensitas tinggi. Pelatih asal Korea Selatan itu memilih memanfaatkan awal pramusim untuk membangun chemistry antarpemain sekaligus memetakan kondisi kebugaran skuadnya.

Shin menegaskan bahwa fondasi fisik menjadi prioritas utama sebelum tim masuk ke tahap pengembangan taktik dan strategi permainan. Menurutnya, sistem yang ia terapkan membutuhkan kondisi kebugaran yang prima sejak awal agar dapat berjalan maksimal sepanjang musim.

Sesi latihan pertama Persija diikuti mayoritas pemain, termasuk tujuh rekrutan anyar. Mereka adalah Victor Dethan, Aqil Savik, Pratama Arhan, serta empat pemain asing baru: Kerim Memija, Denis Kolinger, Radovan Pankov, dan Kyohei Yoshino.

Sejumlah pemain lain belum bergabung karena masih menjalankan tugas bersama Timnas Indonesia. Mereka antara lain Rizky Ridho, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, Shayne Pattynama, Rayhan Hannan, dan Mauro Zijlstra.

Meski tanpa seluruh kekuatan tim, Shin menilai kondisi awal para pemain cukup menggembirakan. Ia menegaskan pembangunan tim harus dilakukan bertahap agar seluruh pemain mencapai level kebugaran yang diharapkan.

"Kami baru pertama kali bertemu dan menyapa para pemain. Ini merupakan proses untuk membangun stamina dan kondisi fisik secara keseluruhan yang kami butuhkan ke depannya. Karena semuanya harus dibangun selangkah demi selangkah, ini akan menjadi latihan penguatan yang baik," kata Shin Tae-yong.

Selain memantau kondisi para pemain senior, Shin juga memberi perhatian kepada pemain muda yang naik dari tim junior. Ia ingin melihat potensi mereka secara langsung sebelum menentukan peran di tim utama.

Pelatih berusia 55 tahun itu juga menyebut tidak menemukan kendala berarti pada kebugaran pemain di hari pertama latihan. Hal tersebut menjadi modal positif untuk menaikkan intensitas latihan pada tahap berikutnya.

Meski dikenal detail dalam urusan taktik, Shin menegaskan pembahasan strategi belum menjadi fokus utama saat ini. Baginya, seluruh pemain harus terlebih dahulu memiliki kapasitas fisik yang memadai untuk menopang gaya bermain yang ia inginkan.

"Yang paling mendasar adalah fisik. Setelah menyelesaikan latihan fisik, dalam waktu yang tersisa barulah kami akan masuk ke taktik tim. Dengan membangun semua hal ini secara sistematis, kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi musim depan," ujarnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya