Marcos Santos Ungkap Penyebab Arema FC Dibantai Persebaya 0-4: Mentalitas Pemain Disorot
KOLOMBOLA.COM – Arema FC harus menelan kekalahan telak 0-4 dari Persebaya Surabaya dalam laga derbi yang berlangsung penuh gengsi. Empat gol Persebaya masing-masing dicetak oleh Francisco Rivera yang memborong dua gol, serta Jefferson Silva dan Mikael Tata yang menyumbang satu gol.
Hasil ini menjadi pukulan berat bagi Singo Edan sekaligus memperpanjang catatan buruk mereka saat menghadapi Persebaya. Bajul Ijo kini tidak terkalahkan dalam pertemuan kedua tim sejak 2019.
Dari sisi klasemen, Persebaya naik ke peringkat keempat dengan koleksi 48 poin. Sementara itu, Arema FC tertahan di posisi ke-10 dengan 39 poin.
Lebih dari sekadar kekalahan, hasil ini menjadi sorotan karena tercatat sebagai yang terburuk bagi Arema FC sepanjang musim ini. Tim pelatih pun langsung melakukan evaluasi menyeluruh.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, blak-blakan menyebut mentalitas pemain menjadi salah satu faktor utama di balik kekalahan tersebut. Ia menilai para pemain tidak tampil dengan sikap yang tepat sejak awal pertandingan.
Menurut Marcos, kondisi fisik memang menjadi tantangan karena tim baru menempuh perjalanan dari Bandung ke Bali. Namun, hal itu tidak boleh dijadikan alasan untuk tampil kurang siap.
“Kondisi pemain memang agak capek, dari Bandung ke sini. Tapi kita tidak boleh datang ke sini berpikir untuk liburan. Masih ada empat permainan dan kita harus lebih siap,” ujar Marcos Santos.
Ia juga mengakui bahwa hasil ini sulit diterima oleh para suporter. Marcos paham besarnya harapan Aremania terhadap tim kebanggaan mereka.
Selain mentalitas, Marcos juga menyoroti aspek teknis permainan timnya. Menurutnya, ada kesalahan penting yang terjadi terutama di babak kedua.
“Hari ini sangat sekali. Babak pertama kedua tim saling membaca permainan. Babak kedua, gol pertama kita salah. Gol kedua penalti ditangkap Lucas tapi pemain kami tidak masuk untuk bantu,” ucapnya.
Marcos menambahkan, dua gol lainnya lahir dari transisi cepat Persebaya yang sebenarnya sudah diprediksi. Ia menilai situasi itu seharusnya bisa diantisipasi dengan lebih baik oleh para pemainnya.
“Dua gol lainnya berasal dari transisi cepat lawan. Seperti kita tahu, kita harus lebih siap karena itu kekuatan Persebaya,” katanya.
“Hari Arema tidak berjuang layaknya untuk laga derbi lawan Persebaya. Saya malu dan minta maaf kepada semua Aremania yang ada di Malang,” tegas pelatih asal Brasil tersebut.
Kekalahan ini menjadi evaluasi besar bagi Arema FC yang masih menyisakan empat pertandingan untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
