Harapan Besar Terhadap John Herdman Sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Kolombola – Di tengah suasana libur akhir tahun 2025 di Lembang, Jawa Barat, saya mengirim pesan kepada Ketua Umum PSSI, Pak Erick Thohir. Dalam pesan tersebut, saya meminta waktu untuk mewawancarai John Herdman, pelatih baru Timnas Indonesia. Hal ini dilakukan dengan harapan agar Herdman menyadari betapa besar ekspektasi yang ada terhadapnya.
Pak Erick dengan santai menjawab bahwa saya akan diberi tahu setelah Herdman resmi menandatangani kontrak. Dia tidak menanyakan darimana saya mendapatkan informasi mengenai kepastian Herdman mengisi kursi pelatih Timnas. Selama ini, saya memang sering mendapatkan informasi dari dalam PSSI serta kolega-kolega saya di luar negeri.
Hampir empat bulan berlalu, dan kesempatan wawancara itu belum juga terwujud. Beberapa pertanyaan yang saya ajukan kepada Pak Erick bahkan sudah diajukan di saluran YouTube resmi Timnas Indonesia. Jika saya ajukan ulang, tentu akan terasa tidak relevan.
Saya menutup daftar pertanyaan dengan sebuah harapan retoris, bahwa Herdman harus berjanji untuk memberikan kesempatan kepada media kami sebagai yang pertama mewawancarainya setelah Indonesia berhasil lolos ke Piala Dunia 2030. Ini menunjukkan betapa besar harapan saya terhadap pelatih berkebangsaan Inggris tersebut.
Meskipun Herdman bukan pilihan utama saya, dia berada di urutan ketiga pilihan saya setelah Timur Kapadze dan Heimir Halgrimmsson. Kapadze sangat mengesankan, terutama setelah Indonesia kalah dari Uzbekistan di semifinal Piala Asia U-23 2024.
Performa Kapadze dalam membangun tim Uzbekistan yang solid menjadi catatan penting. Cara dia membentuk tim U-23 sangat mirip dengan pendekatan Shin Tae-yong di Indonesia, tetapi dengan pemain yang memiliki teknik dan ketahanan fisik lebih baik. Tim Uzbekistan dianggap memiliki generasi emas, mirip dengan tim Belanda 1988.
Herdman, di sisi lain, memiliki catatan akademik yang baik dan dikenal sebagai pelatih yang memiliki pendekatan analitis dalam permainan. Dia adalah lulusan magna cum laude dari Universitas Northumbria dan memiliki pengalaman berharga di level internasional.
Beliau juga dikenal sebagai pelatih yang mampu menyatukan tim, seperti yang ditunjukkan ketika ia menangani Timnas Wanita Kanada. Dalam waktu singkat, ia berhasil mengatasi perpecahan dalam tim tersebut, dan membawa mereka meraih kesuksesan di kompetisi internasional.
Selain itu, Herdman juga berhasil membangun mentalitas tim Kanada menjadi lebih kuat, mengubah mereka dari tim inferior menjadi tim yang mampu bersaing di level dunia. Pengalamannya membawa tim Kanada lolos ke Piala Dunia Qatar 2022 menjadi bukti nyata dari kemampuannya.
Dengan pelatihan dan pendekatan modern, Herdman diharapkan dapat membawa Timnas Indonesia menjadi lebih baik. Sekarang, tantangan terbesar bagi Herdman adalah Piala Asia 2027, di mana Timnas Indonesia diharapkan mampu melaju hingga perempat final.
Saya percaya, dengan pendekatan yang tepat dan analisis mendalam, tidak ada yang mustahil bagi timnas kita. Herdman harus beradaptasi dengan cepat dan memastikan semua pemain siap dengan baik, bukan hanya bermain dengan atraktif.
Kita nantikan bagaimana debut Herdman akan berjalan. Apakah dia bisa memancarkan aura positif dan stabilitas permainan seperti pelatih-pelatih sebelumnya? Atau akan ada kejutan baru dari pelatih anyar ini? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
