Persib Prihatin atas Sejumlah Insiden Usai Laga Melawan Persija

14 May 2026 • 02:18 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Persib Bandung menyampaikan keprihatinan atas sejumlah insiden yang terjadi setelah pertandingan melawan Persija Jakarta. Manajemen menilai rangkaian kejadian tersebut telah mencederai nilai sportivitas dan semangat sepak bola sebagai ruang kebersamaan.

Head of Communication PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhi Pratama, mengatakan tensi tinggi dalam pertandingan rivalitas memang kerap memunculkan dinamika. Namun, ia menegaskan bahwa berbagai kejadian di luar lapangan tidak seharusnya berujung pada tindakan yang merugikan banyak pihak.

“Kami menyayangkan adanya berbagai kejadian yang mencederai nilai sportivitas serta semangat sepak bola sebagai ruang yang seharusnya menghadirkan kebersamaan, rasa hormat, dan persatuan,” kata Adhi.

Sejumlah peristiwa yang menjadi perhatian Persib antara lain insiden di lapangan yang melibatkan pemain seperti Beckham Putra Nugraha. Selain itu, tim juga disebut mengalami gangguan dan intimidasi saat perjalanan pulang melalui Bandara Sepinggan Balikpapan.

Persib juga menerima informasi mengenai dugaan perusakan terhadap sebuah restoran Sunda di Kota Samarinda, insiden kekerasan terhadap seorang pemuda berusia 15 tahun di Kuningan, Jawa Barat, serta pengeroyokan terhadap tiga Bobotoh di Sukabumi yang menyebabkan korban luka-luka.

Adhi menambahkan, ada pula insiden yang menimpa seorang Bobotoh di Majalengka akibat pelemparan benda keras saat kegiatan nonton bareng berlangsung. Persib juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang anak berusia 15 tahun di Karawang yang sebelumnya berpamitan kepada keluarganya untuk menonton laga Persib kontra Persija.

“Duka ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sepak bola tidak seharusnya menghadirkan rasa takut, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.

Manajemen Persib menghormati proses penanganan yang sedang dilakukan pihak berwenang. Di sisi lain, klub juga tengah mengumpulkan bukti, data, dan fakta sebagai bagian dari langkah yang akan ditempuh secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab.

Persib pun mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menghindari tindakan yang dapat memperkeruh suasana. Menurut Adhi, empati, kedewasaan, dan saling menghormati harus dikedepankan dalam situasi seperti ini.

“Kami juga tengah berupaya menjalin komunikasi dengan para korban maupun keluarga yang terdampak sebagai bentuk perhatian dan dukungan yang dapat kami berikan,” kata Adhi.

Di tengah situasi tersebut, Persib tetap harus fokus menghadapi dua laga terakhir BRI Super League 2025/2026, yakni melawan PSM Makassar pada 17 Mei 2026 dan Persijap Jepara pada 23 Mei 2026.

Persib berharap Bobotoh tetap memberikan dukungan yang damai, dewasa, dan penuh rasa hormat agar tim bisa menuntaskan musim dengan hasil terbaik.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya