CEO Kelme Ungkap Penyebab Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
KOLOMBOLA.COM – CEO Kelme, Kevin, buka suara mengenai insiden nameset jersey Timnas Indonesia yang sempat copot saat FIFA Series 2026. Ia menjelaskan bahwa bahan nameset sudah disiapkan untuk kebutuhan pemain, sehingga menggunakan material yang lebih lentur.
Menurut Kevin, nameset untuk pemain dibuat dengan bahan silicon, bukan vinyl atau rubber. Pemilihan material tersebut dilakukan agar lebih fleksibel dan nyaman dipakai saat bertanding.
“Ketika kami meluncurkan nameset memang sudah direncanakan dipakai untuk pemain. Jadi teknologi dan bahan sudah disesuaikan untuk dipakai pemain,” ujar Kevin kepada wartawan.
“Untuk nameset pemain itu pakai silicon dibandingkan vinyl atau rubber,” katanya menambahkan.
Meski demikian, Kevin menyebut Kelme kemudian melakukan penelusuran internal untuk mencari penyebab utama insiden tersebut. Investigasi dilakukan sekitar satu bulan setelah FIFA Series yang berlangsung pada akhir Maret 2026.
“Soal yang lagi ramai tentang nameset copot, berdasarkan yang kami telusuri ada tiga komponen. Pertama untuk nameset bisa menempel bergantung pada material jersey, lalu material nameset, dan proses melakukan pressing-nya,” tutur Kevin.
“Kami melakukan penelusuran menyeluruh sekitar satu bulan setelah FIFA Series di akhir Maret,” ucapnya.
Hasil penelusuran menunjukkan persoalan utama berada pada proses pressing nameset ke jersey. Kevin mengatakan proses tersebut dipengaruhi banyak faktor, mulai dari mesin, operator, hingga SOP yang diterapkan.
“Ada persoalan di proses pressing-nya. Soal penempelan itu bergantung juga ke mesin penempel, operator penempel, dan SOP-nya. Kelme sudah memberikan SOP soal temperatur 160 derajat yang ditekan 15 detik,” beber Kevin.
Ia juga mengakui ada hal yang luput dalam proses tersebut. Menurutnya, tidak semua mesin press memiliki karakter yang sama, sehingga perlakuannya tidak bisa disamakan.
“Tapi ada satu hal yang kami lewatkan dan kami memohon maaf. Tidak semua mesin press itu sama. Satu mesin dan mesin lainnya itu perlu perlakuan yang berbeda. Kami transparan saja apa yang terlewat dari kami, tinggal bagaimana langkah berikutnya dari Kelme untuk memperbaiki,” imbuhnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
