Profil Timnas Swedia di Piala Dunia 2026: Jalan Terjal Menuju Kebangkitan

19 Apr 2026 • 05:45 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Swedia akan tampil untuk ke-13 kalinya di ajang Piala Dunia. Pada edisi 2026, mereka datang dengan target realistis untuk menembus fase gugur dan mengulang prestasi terbaik yang pernah diraih sebelumnya.

Meski sempat kehilangan beberapa pemain penting karena cedera, Swedia tetap memiliki kedalaman skuad yang cukup menjanjikan. Kekuatan utama mereka masih terletak pada permainan kolektif, modal penting untuk bersaing di turnamen panjang seperti Piala Dunia.

Perjalanan Swedia menuju Piala Dunia 2026 tidak berjalan mulus. Mereka bahkan gagal meraih satu kemenangan pun di fase kualifikasi utama. Dalam enam laga, Swedia hanya mengumpulkan dua poin dari dua hasil imbang, dengan catatan empat gol memasukkan dan 12 kali kebobolan.

Hasil itu membuat Swedia finis di posisi juru kunci grup. Dalam kondisi normal, posisi tersebut seharusnya menutup peluang mereka tampil di putaran final.

Namun, kesempatan kedua datang lewat jalur UEFA Nations League. Jalur tambahan itu menjadi penyelamat Swedia untuk menjaga mimpi tampil di Piala Dunia 2026.

Di babak play-off, Swedia tampil jauh lebih solid. Mereka menunjukkan karakter berbeda saat berada di bawah tekanan dan mampu menjawab keraguan yang sempat muncul pada fase kualifikasi.

Kemenangan 3-1 atas Ukraina di semifinal play-off menjadi titik balik penting. Laga tersebut memperlihatkan bahwa Swedia masih memiliki kualitas untuk bersaing di level Eropa.

Partai penentuan melawan Polandia berlangsung dramatis hingga menit akhir. Swedia akhirnya menang 3-2 lewat gol Viktor Gyokeres pada menit ke-88. Gol itu memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 sekaligus mengakhiri penantian mereka sejak 2018.

Swedia memiliki rekam jejak kuat di Piala Dunia. Mereka pernah mencapai final pada edisi 1958 sebelum kalah dari Brasil. Pencapaian lain yang tak kalah berkesan adalah finis di posisi ketiga pada 1994, salah satu momen terbaik dalam sejarah sepak bola mereka.

Pada era modern, Swedia juga sempat menembus perempat final Piala Dunia 2018. Secara keseluruhan, mereka telah memainkan lebih dari 50 pertandingan di ajang ini, pengalaman yang menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan di turnamen besar.

Nama-nama besar seperti Henrik Larsson dan Kennet Andersson menjadi bagian dari warisan panjang sepak bola Swedia. Sementara itu, momen bersejarah lain hadir melalui Nils Liedholm di final 1958 dan drama adu penalti melawan Rumania pada Piala Dunia 1994.

Di balik kebangkitan Swedia, peran pelatih Graham Potter sangat menonjol. Ia mulai menangani tim pada 2025 dan langsung menghadapi tantangan berat setelah performa buruk di kualifikasi.

Meski demikian, Potter mampu menjaga kepercayaan tim dengan pendekatan taktik yang fleksibel. Kesempatan kedua lewat play-off dimanfaatkan dengan baik, dan dukungan para pemain turut memperkuat fondasi kebangkitan tim.

Gelandang Jesper Karlstrom menilai Potter berhasil menyatukan tim dengan cepat. Pengalaman sang pelatih sebelumnya, termasuk saat membawa Ostersund melesat dari kasta bawah hingga tampil di kompetisi Eropa, juga memberi pengaruh besar.

Di lini depan, Viktor Gyokeres menjadi sosok vital, terlebih setelah absennya Alexander Isak. Gol penentunya ke gawang Polandia menjadi momen paling penting dalam perjalanan Swedia menuju Piala Dunia 2026.

Gyokeres mengaku gol tersebut sulit digambarkan dengan kata-kata. Ia menyebutnya sebagai momen paling berkesan dalam kariernya. Selain Gyokeres, Swedia juga punya Anthony Elanga yang bisa memberi warna di lini serang lewat kecepatan dan kreativitas.

Kombinasi pemain muda dan pengalaman membuat Swedia memiliki opsi taktik yang cukup variatif. Jika mampu menjaga konsistensi, mereka berpeluang menjadi salah satu tim yang mengejutkan di Piala Dunia 2026.

Berikut daftar pemain Swedia untuk play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Maret 2026: Noel Tornqvist, Melker Ellborg, Kristoffer Nordfeldt, Gustaf Lagerbielke, Victor Lindelof, Victor Eriksson, Gabriel Gudmundsson, Daniel Svensson, Elliot Stroud, Carl Starfelt, Herman Johansson, Williot Swedberg, Lucas Bergvall, Gustav Lundgren, Jesper Karlstrom, Yasin Ayari, Mattias Svanberg, Hugo Larsson, Besfort Zeneli, Gustaf Nilsson, Benjamin Nygren, Anthony Elanga, Viktor Gyokeres, Taha Ali, dan Roony Bardghji.

Di Piala Dunia 2026, Swedia tergabung di Grup F bersama Belanda, Jepang, dan Tunisia. Mereka akan memulai perjalanan pada 15 Juni 2026 melawan Tunisia di Monterrey Stadium, lalu menghadapi Belanda pada 21 Juni 2026 di Houston Stadium, dan menutup fase grup melawan Jepang pada 26 Juni 2026 di Dallas Stadium.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya