Kisah Alfredo Nugroho dari Sang Ibu: Hadiah Ulang Tahun yang Mengubah Hidup, dari SSB ke Timnas Indonesia U-17

18 Apr 2026 • 00:05 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Perjalanan Alfredo Nugroho menuju Timnas Indonesia U-17 menyimpan kisah yang penuh kerja keras, doa, dan dukungan keluarga. Bagi sang ibu, Shinta, kesempatan yang diterima Alfredo bukan sekadar panggilan timnas, melainkan hadiah ulang tahun yang sangat berharga.

Shinta menyebut perjalanan anaknya di sepak bola dimulai sejak usia dini. Ketertarikan Alfredo pada bola sudah terlihat saat masih duduk di bangku sekolah dasar dan kemudian bergabung dengan SSB Bintang Putra Sidoarjo di bawah arahan para pelatihnya.

“Iya, sejak kecil sudah suka. Dari mulai sekolah, dia sudah ikut SSB. Awalnya di SSB Bintang Putra Sidoarjo, di bawah arahan pak Ibnu Hambal dan pelatih Rizki Zakiyuddin,” kata Shinta.

Dari pembinaan di SSB, kemampuan Alfredo terus berkembang. Perjuangannya kemudian berlanjut saat ia mendapat kesempatan bergabung dengan Persebaya ketika berusia 16 tahun. Momen itu menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan kariernya.

“Iya, dari situ. Kemudian dia mulai dipanggil Persebaya saat usia 16 tahun, sekitar EPA 2024 kalau tidak salah. Dari situ mulai bergabung dan datang ke Surabaya,” ujarnya.

Panggilan ke Timnas Indonesia U-17 menjadi kejutan besar bagi keluarga Alfredo. Shinta mengaku tidak menyangka kabar itu datang bertepatan dengan hari ulang tahun putranya.

“Alhamdulillah, saya juga tidak menyangka. Tiba-tiba ada panggilan, dan itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya,” ucap Shinta.

Bagi Alfredo dan keluarganya, kesempatan membela timnas menjadi pencapaian yang sangat berarti. Tanggal keberangkatan yang berdekatan dengan hari lahirnya membuat momen tersebut semakin berkesan.

“Dia berangkat tanggal 22 Februari, sementara ulang tahunnya 24 Februari. Jadi tidak dirayakan dengan tiup lilin, tapi justru menjadi hadiah dari Allah atas kerja kerasnya,” kata Shinta.

Shinta menuturkan, sejak awal Alfredo memang bercita-cita membela timnas. Menurutnya, sang anak memandang level internasional sebagai puncak tertinggi yang ingin diraih seorang pesepak bola muda.

“Memang itu cita-citanya sejak awal, ingin bermain di timnas. Menurut dia, itu adalah level tertinggi. Jadi semua perjuangannya mengarah ke sana,” tuturnya.

Di balik pencapaian itu, dukungan keluarga menjadi fondasi utama. Shinta menegaskan bahwa ia dan keluarga selalu memberikan dukungan penuh agar Alfredo tetap semangat mengejar mimpinya.

Selain fokus di sepak bola, Alfredo juga tetap menjaga pendidikan. Saat ini ia bersekolah di SMA 1 Sidoarjo dan mendapat dukungan dari pihak sekolah untuk menyeimbangkan aktivitas akademik dan olahraga.

“Sekarang dia bersekolah di SMA 1 Sidoarjo. Alhamdulillah, pihak sekolah sangat mendukung,” kata Shinta.

Tak hanya di lapangan, Alfredo juga menunjukkan prestasi di bidang lain. Ia pernah mengikuti Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan meraih medali perak di ajang internasional di Bali.

“Alhamdulillah bisa berjalan keduanya. Dia juga pernah mengikuti Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan meraih medali perak di ajang internasional di Bali,” sambung Shinta.

Bagi Shinta, keberhasilan Alfredo menjadi bukti bahwa prestasi olahraga dan pendidikan bisa berjalan beriringan. Ia berharap sang anak dapat terus berkembang dan meraih impian di kedua bidang tersebut.

“Harapannya, semoga dia bisa mencapai impiannya, baik di sekolah maupun di bidang yang dia tekuni,” harapnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya