Keluarga Pandu Aryo Tampil Langsung di Gresik untuk Dukung Timnas Indonesia U-17

18 Apr 2026 • 00:05 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Perjalanan dari Mojokerto ke Gresik tidak menjadi halangan bagi keluarga Pandu Aryo untuk memberikan dukungan langsung kepada Timnas Indonesia U-17 saat menghadapi Malaysia. Dengan mengenakan atribut merah putih, mereka hadir di stadion sebagai bentuk kebanggaan sekaligus doa untuk sang pemain.

Di tengah atmosfer pertandingan yang penuh tensi, rombongan keluarga Pandu tampak mencolok. Ada yang memakai jersey putih, sementara yang lain memilih pakaian berwarna merah sebagai simbol dukungan penuh.

Bagi keluarga Pandu, laga melawan Malaysia bukan sekadar pertandingan biasa. Kehadiran mereka di tribun menjadi wujud dukungan nyata bagi pemain yang disebut telah menapaki perjalanan panjang untuk sampai ke level internasional.

“Iya, kami keluarga dari Pandu Aryo. Ini bapaknya, ibunya, dan saudara-saudaranya. Kami datang dari Mojokerto untuk mendukung,” ujar Yayok Setyobudi, paman Pandu Aryo.

Ia mengatakan rombongan berangkat sekitar pukul 15.00 WIB dengan kendaraan pribadi agar bisa tiba tepat waktu untuk menyaksikan langsung pertandingan.

Kebersamaan keluarga menjadi kekuatan utama dalam mendukung Pandu. Bahkan anggota keluarga yang masih kecil turut ikut dalam perjalanan tersebut, menunjukkan besarnya perhatian mereka terhadap sang pemain.

Di mata keluarga, Pandu Aryo dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tidak banyak tingkah. Meski begitu, sejak kecil ia memang memiliki ketertarikan kuat pada sepak bola.

“Anaknya pendiam sejak kecil, tidak banyak tingkah. Tapi memang suka sepak bola,” kata Yayok.

Menurutnya, bakat sepak bola Pandu tak lepas dari latar belakang keluarga atlet. Ayahnya pernah melatih Pandu sejak kecil dan juga seorang atlet bola voli, sementara ibunya juga berlatar belakang atlet voli.

Sejak usia dini, Pandu sudah diarahkan menekuni sepak bola secara serius. Ia sempat mengikuti berbagai seleksi dan kemudian menempuh pendidikan sepak bola di Jakarta sejak duduk di bangku SMP.

Perjalanan itu tidak selalu mulus. Pandu juga sempat mengikuti seleksi Piala Dunia U-17 2025 dan masuk dalam skuad, meski belum mendapat kesempatan tampil.

Dalam turnamen Piala AFF U-17 2026, komunikasi antara Pandu dan keluarga juga dibatasi karena aturan penggunaan telepon genggam selama turnamen. Meski demikian, mereka tetap saling memberi kabar pada waktu-waktu tertentu.

“Memang dibatasi penggunaan HP. Biasanya komunikasi hanya saat dia diberi kesempatan memegang HP, jadi kami saling memberi kabar di waktu-waktu tersebut,” ujar Yayok.

Ia menambahkan bahwa komunikasi terakhir sempat dilakukan sebelum berangkat ke stadion pada pagi hari.

Harapan keluarga pun besar. Mereka ingin Pandu bisa sukses bersama Timnas Indonesia U-17 dan melangkah lebih jauh hingga tampil di Piala Dunia.

“Harapannya tentu sukses dan bisa masuk Piala Dunia, bahkan kalau bisa dua kali berturut-turut,” ucapnya.

Untuk menjaga fokus, keluarga juga memastikan Pandu tidak terlalu aktif di media sosial. Sikapnya yang patuh, pendiam, dan tidak macam-macam disebut membantu dirinya tetap konsisten mengejar cita-cita di dunia sepak bola.

“Sejauh ini, anaknya juga patuh pada orang tua, pendiam, dan tidak macam-macam. Di media sosial juga tidak aktif, sehingga tetap fokus dan terjaga,” tutup Yayok.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya