Ditanya soal Passportgate Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda, Menkum Singgung RUU Kewarganegaraan

17 Apr 2026 • 23:54 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Menteri Hukum menanggapi polemik terkait passportgate pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda dengan menegaskan bahwa pemerintah sudah memiliki dasar hukum yang jelas mengenai status kewarganegaraan para atlet.

Ia menyebut persoalan tersebut sebenarnya telah dijelaskan sebelumnya. Menurutnya, pemerintah juga menempatkan diplomasi olahraga sebagai hal penting dalam menjaga hubungan antarnegara.

“Kalau dari Kementerian Hukum, tadi sebenarnya sudah dijawab Pak Menpora, sudah sangat jelas. Tetapi saya garis bawahi tadi ada kata-kata yang sangat bagus, diplomasi olahraga. Itu penting, hubungan antarnegara itu penting,” ujar Menkum kepada wartawan.

Di sisi lain, pemerintah tengah menyiapkan pembahasan revisi Undang-Undang Kewarganegaraan bersama DPR. Revisi itu diharapkan dapat mencegah munculnya polemik serupa di kemudian hari.

“Undang-Undang Kewarganegaraan saat ini sedang kita persiapkan dibahas di DPR. Pemerintah sedang menyusun dan menyelesaikan finalisasinya. Mudah-mudahan tahun ini selesai sehingga polemik-polemik yang terjadi itu tidak akan muncul lagi,” katanya.

Menkum menegaskan tujuan utama pemerintah tetap mendukung prestasi Indonesia di berbagai ajang internasional. Ia mengatakan kebanggaan melihat Merah Putih berkibar menjadi prioritas bersama.

“Yang jelas bagi Presiden, tugas kami semua tentu di bidang masing-masing,” ucapnya. “Yang paling penting adalah Merah Putih berkibar di seluruh arena. Tujuan kita itu,” lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memastikan Kemenpora selalu berpegang pada regulasi yang berlaku. Ia menilai payung hukum bagi atlet diaspora maupun naturalisasi sudah tersedia dan dijalankan sesuai ketentuan.

“Tentu kami di Kemenpora memastikan semua regulasi itu payung hukumnya undang-undang,” tegasnya. “Tidak hanya cabang olahraga sepak bola, kita lihat beberapa cabang olahraga pun memberikan kesempatan banyak diaspora kita yang punya darah Indonesia untuk kembali mengibarkan Merah Putih,” lanjut Erick Thohir.

Erick juga mencontohkan perenang Maesha Wall yang dinilainya telah memberi kontribusi sejak usia muda. Menurutnya, kehadiran atlet keturunan justru layak diapresiasi karena membawa kebanggaan bagi Indonesia.

Ia menambahkan, Indonesia tetap menganut sistem satu kewarganegaraan dengan satu paspor. Karena itu, seluruh proses administrasi harus mengikuti aturan resmi yang berlaku.

“Dan aturannya sudah jelas bahwa kewarganegaraan kita memiliki satu paspor. Itu yang kita tetap anut,” tutur Erick Thohir. “Tetapi saya juga mendorong bahwa sport diplomacy itu menjadi penting ya. Kerja sama pemerintah dengan pemerintah lain itu harus kita tingkatkan, karena sport diplomacy ini menjadi sebuah kekuatan yang mengikat dua negara,” imbuhnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya