Waspada, Chelsea Pilih Xabi Alonso Tapi Tiga Tanda Bahaya Ini Sulit Diabaikan

22 May 2026 • 14:32 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Chelsea disebut sudah menjatuhkan pilihan kepada Xabi Alonso sebagai kandidat pelatih. Sosok asal Spanyol itu memang punya reputasi besar, terutama setelah sukses membawa Bayer Leverkusen mencatat sejarah.

Namun, di balik nama besarnya, terdapat sejumlah catatan yang tak bisa diabaikan. Pengalaman Alonso di Real Madrid justru meninggalkan pertanyaan besar, baik dari sisi taktik maupun hubungan dengan pemain bintang.

Setidaknya ada tiga tanda bahaya yang berpotensi menjadi masalah baru jika Chelsea benar-benar menunjuknya sebagai nakhoda tim di Stamford Bridge.

1. Eksperimen taktik yang terlalu berani

Salah satu kelebihan Alonso adalah kecerdasannya dalam menyusun strategi. Meski begitu, ia juga kerap dinilai terlalu berani melakukan eksperimen pada laga-laga penting.

Saat menangani Real Madrid, beberapa keputusan Alonso dianggap membingungkan. Salah satunya ketika ia menempatkan Vinicius Junior di sisi kanan saat menghadapi PSG pada semifinal Piala Dunia Antarklub. Madrid kala itu kalah telak 4-0 tanpa perlawanan berarti.

Keputusan lain yang menuai kritik terjadi saat Alonso memaksa Jude Bellingham, yang baru pulih dari cedera, tampil sebagai starter dalam derby Madrid. Hasilnya, Real Madrid kalah 5-2. Ia juga sempat memainkan Fran Garcia sebagai winger kiri saat melawan Elche, tetapi laga berakhir 2-2.

2. Hubungan dengan pemain bintang jadi sorotan

Masalah Alonso tidak berhenti pada urusan taktik. Hubungannya dengan sejumlah pemain besar juga menjadi perhatian selama berada di Bernabeu.

Konflik paling mencolok disebut terjadi dengan Vinicius Junior. Hubungan keduanya dikabarkan memburuk sejak awal musim, hingga sang winger Brasil beberapa kali menunjukkan frustrasi secara terbuka.

Situasi memanas ketika Vinicius menyampaikan permintaan maaf di depan publik tanpa menyebut nama Alonso secara langsung. Alonso sendiri sempat mengatakan suporter bebas mengungkapkan pendapat mereka saat Vinicius mendapat cemoohan dari fans Madrid.

Ia juga dikabarkan tidak memiliki hubungan yang terlalu harmonis dengan Trent Alexander-Arnold. Alonso disebut lebih sering memilih Dani Carvajal ketimbang memberi waktu adaptasi penuh kepada mantan bek Liverpool tersebut.

3. Catatan kurang meyakinkan di laga besar

Meski sukses besar bersama Bayer Leverkusen, Alonso masih menyimpan catatan kurang bagus dalam laga-laga penting. Pola itu terlihat cukup konsisten dalam beberapa musim terakhir.

Pada musim bersejarah 2023/2024, Leverkusen memang menjuarai Bundesliga tanpa terkalahkan. Namun, mereka justru tampil buruk di final Liga Europa setelah kalah 0-3 dari Atalanta.

Musim berikutnya, Leverkusen juga tersingkir dari Liga Champions usai kalah agregat 0-5 dari Bayern Munchen tanpa mampu mencetak gol dalam dua leg.

Masalah serupa kembali muncul saat Alonso menangani Real Madrid. Mereka kalah 0-4 dari PSG, tumbang 2-5 dari Atletico Madrid, kalah 0-1 dari Liverpool, dan takluk 1-2 dari Manchester City di Liga Champions.

Chelsea tentu berharap catatan itu tidak terbawa ke Premier League, liga yang dikenal paling keras dan paling kompetitif di Eropa. Jika tak segera diantisipasi, Alonso bisa saja menghadapi tantangan besar sejak awal masa kerjanya di London.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya