Bung Ferry Ceritakan Kronologi Persija Tak Dapat Izin Polri untuk Menjamu Persib di Jakarta

06 May 2026 • 23:30 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Ferry Paulus atau Bung Ferry menjelaskan kronologi Persija Jakarta tidak mendapatkan izin kepolisian untuk menjamu Persib Bandung di Jakarta. Keputusan itu membuat panitia pelaksana (panpel) harus segera mencari alternatif stadion agar laga tetap bisa berlangsung tanpa mengubah jadwal kompetisi.

Ferry mengatakan, komunikasi dengan pihak kepolisian sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya. Dalam pertemuan di Balaikota, aparat bersama Gubernur membahas rencana pertandingan yang akan digelar di ibu kota.

“Begini, Pak Kapolda, Wakapolda dengan segala macam timnya itu waktu beberapa hari yang lalu sempat datang ke Balaikota untuk berdiskusi berdialog dengan Gubernur,” ujar Ferry kepada wartawan di Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/5).

“Dan dari situ akhirnya keluar keputusan bahwa kita tidak boleh menyelenggarakan pertandingan di Jakarta,” katanya menambahkan.

Setelah menerima keputusan tersebut, panpel Persija langsung melaporkannya kepada I.League untuk mencari stadion pengganti. Sejumlah opsi sempat muncul di Pulau Jawa, sebelum akhirnya mengerucut pada pilihan di Jepara dan Surabaya.

“Nah, kemudian saya laporkan ini ke liga. Liga kemudian mencari stadion yang kosong dan mereka bilang bahwa ada dua tempat pilihan di Jepara atau di Surabaya,” ungkap Ferry.

Secara teknis, Surabaya sempat menjadi opsi yang lebih diprioritaskan karena akses transportasinya dianggap lebih mendukung kebutuhan tim. Koordinasi pun dilakukan dengan berbagai pihak di sana yang disebut siap membantu penyelenggaraan pertandingan.

“Nah, dengan pertimbangan saya untuk kepentingan tim, karena kalau Surabaya dekat dengan bandara, saya pikir saya akan pilih Surabaya dan kemudian saya berkoordinasi di sana,” katanya.

Namun, rencana itu akhirnya tidak bisa dijalankan karena pertandingan di Pulau Jawa hanya diizinkan tanpa penonton. Kondisi tersebut membuat panpel kembali mencari alternatif lain yang memungkinkan suporter hadir di stadion.

“Ketika kita sudah koordinasi di sana ternyata di sana semuanya siap, Panpel bahkan pihak Persebaya Bonek juga siap bantu gitu. Tapi ternyata kita boleh menggelar di sana tanpa penonton,” ucap Ferry.

Upaya lain sempat diarahkan ke Bali, tetapi jadwal yang berdekatan membuat opsi itu tidak bisa dipakai. Ferry menyebut regulasi kompetisi juga menjadi faktor yang membatasi penggunaan stadion di wilayah Pulau Jawa.

“Dan setelah saya komunikasi dengan liga, ternyata memang kalau kita masih di Pulau Jawa itu semuanya tanpa penonton, tidak akan mendapatkan izin dengan penonton,” tandasnya.

Pada akhirnya, pilihan mengarah ke Kalimantan Timur setelah mempertimbangkan ketersediaan stadion dan peluang izin dengan penonton. Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak, Samarinda dipastikan menjadi lokasi laga Persija kontra Persib.

“Nah, saya izin ke sana dan ternyata dari sana ya silakan saja kalau memang mau dipakai,” tutur Ferry.

“Saya coba tanya ke pihak kepolisian, kalau memang kalian bisa menyelenggarakan di Samarinda dipersilakan saja, pihak kepolisian juga akan bantu perizinannya dengan penonton,” imbuhnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya