Piala AFF U-17 2026: Plus Minus Penampilan Timnas Indonesia U-17 Usai Dikalahkan Malaysia
KOLOMBOLA.COM – Timnas Indonesia U-17 harus mengakui keunggulan Malaysia U-17 dengan skor tipis 0-1 pada laga Piala AFF U-17 2026 yang digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik. Meski tampil dominan di hadapan pendukung sendiri, Garuda Muda gagal memaksimalkan sejumlah peluang yang mereka ciptakan.
Sejak menit awal, Indonesia mencoba mengambil inisiatif serangan. Namun, pada babak pertama, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto masih kesulitan menembus rapatnya pertahanan Malaysia. Situasi ini membuat beberapa serangan harus dibangun melalui umpan direct-pass ke area pertahanan lawan, tetapi skema tersebut masih mudah diantisipasi.
Malaysia justru mampu memanfaatkan momen kelengahan Indonesia pada menit ke-33. Lewat tandukan M. Fareez Daniel, Harimau Malaya Muda berhasil membuka keunggulan sekaligus menjaga keunggulan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, permainan Indonesia terlihat lebih hidup. Masuknya Girly Andrade memberi warna baru dalam aliran serangan Garuda Muda. Tempo permainan meningkat, serangan menjadi lebih cair, dan peluang yang dihasilkan juga bertambah.
Secara permainan, Indonesia sebenarnya mampu menekan lawan hampir sepanjang laga. Pressing ketat yang diterapkan membuat Malaysia kesulitan mengembangkan permainan. Tim tamu lebih banyak mengandalkan serangan balik serta situasi bola mati untuk mengancam pertahanan Indonesia.
Meski begitu, pressing tersebut belum cukup untuk menghindarkan Indonesia dari kebobolan. Kelengahan di pertengahan babak pertama dimanfaatkan Malaysia untuk mencetak gol penentu kemenangan.
Masalah lain yang terlihat adalah terburu-burunya pemain Indonesia dalam mengambil keputusan di sepertiga akhir lapangan. Banyak umpan terakhir yang gagal menemui sasaran, sementara umpan silang kerap dipatahkan bek lawan.
Di beberapa kesempatan, para pemain juga terlalu lama mempertimbangkan opsi saat mencoba menusuk dari tengah. Akibatnya, serangan yang dibangun mudah dipatahkan sebelum benar-benar berbahaya.
Finishing juga masih menjadi pekerjaan rumah utama. Indonesia sempat beberapa kali menciptakan situasi berbahaya, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang-peluang tersebut tidak berbuah gol.
Hasil ini menjadi catatan penting bagi Timnas Indonesia U-17 untuk melakukan evaluasi, terutama pada aspek keputusan akhir dan efektivitas serangan. Meski kalah, ada sejumlah hal positif yang bisa dibawa untuk laga berikutnya.
Disadur dari Bola.com
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
