Eks Wasit FIFA Kecam Keputusan Slavko Vincic: Kartu Merah Eduardo Camavinga Dinilai Tak Layak

17 Apr 2026 • 00:21 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Keputusan wasit Slavko Vincic yang mengeluarkan kartu merah untuk Eduardo Camavinga dalam laga Bayern Munchen kontra Real Madrid menuai kritik. Mantan wasit FIFA, Xavier Burrull, menilai hukuman tersebut terlalu berat untuk pelanggaran yang terjadi.

Insiden bermula saat Camavinga melakukan pelanggaran terhadap Harry Kane, lalu menahan bola selama beberapa detik. Aksi itu membuat Vincic langsung mengeluarkan kartu merah, keputusan yang kemudian memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola.

Burrull menilai keputusan tersebut tidak proporsional, terutama mengingat tensi pertandingan yang berlangsung tinggi. Menurutnya, wasit seharusnya mampu membaca konteks laga sebelum mengambil keputusan tegas seperti kartu merah.

“Memberikan kartu merah untuk situasi seperti itu sangat tidak seimbang. Dia hanya menahan bola selama tiga detik,” ujar Burrull dalam program Marcador, seperti dikutip dari Marca.

Ia juga menambahkan bahwa seorang pengadil lapangan perlu mempertimbangkan dampak keputusan terhadap jalannya pertandingan. Bahkan, Burrull menyebut tindakan Vincic mendekati penyalahgunaan wewenang.

“Wasit perlu mempertimbangkan apa yang sedang dipertaruhkan dan bagaimana keputusan itu memengaruhi jalannya laga. Ini hampir seperti penyalahgunaan otoritas,” lanjutnya.

Kartu merah tersebut menjadi titik balik pertandingan. Saat Camavinga diusir, Real Madrid sejatinya masih unggul 3-2. Namun, bermain dengan 10 orang membuat keseimbangan tim terganggu dan Bayern Munchen berhasil membalikkan keadaan menjadi 4-3 hingga laga usai.

Hasil itu memastikan langkah Madrid terhenti di babak perempat final. Tim asuhan Alvaro Arbeloa tersingkir dengan agregat 4-6 setelah sebelumnya kalah 1-2 pada leg pertama.

Kontroversi wasit dalam laga tersebut juga menjadi sorotan di pertandingan lain. Sehari sebelumnya, Barcelona turut mengeluhkan sejumlah keputusan pengadil lapangan. Salah satu pemain mereka, Raphinha, bahkan menyebut timnya seperti “dirampok” akibat keputusan yang dianggap merugikan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya