Arsenal Diuntungkan, Tiga Faktor yang Bisa Gagalkan Manchester City Juara Premier League

10 May 2026 • 01:23 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Arsenal kini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan dalam persaingan juara Premier League musim ini. Hasil imbang Manchester City 3-3 melawan Everton membuat The Gunners unggul lima poin di puncak klasemen dengan tiga pekan tersisa.

Keunggulan itu semakin terasa setelah Arsenal memastikan tempat di final Liga Champions usai menyingkirkan Atletico Madrid. Situasi yang sebelumnya sempat tegang di Emirates Stadium kini berubah menjadi penuh optimisme.

Beberapa pekan lalu, Arsenal sempat dinilai kehilangan momentum setelah kalah 1-2 dari Manchester City. Kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle United pun belum sepenuhnya menghapus tekanan yang dirasakan skuad Mikel Arteta.

Namun, suasana berubah saat Arsenal menghadapi Fulham. Mereka tampil jauh lebih lepas, agresif, dan langsung menguasai pertandingan sejak awal. Arsenal bahkan mencetak tiga gol di babak pertama.

Secara statistik, performa tersebut menjadi salah satu yang terbaik musim ini. Arsenal mencatat expected goals (xG) tertinggi mereka di Premier League musim ini dan untuk pertama kalinya sejak November 2024 mampu mencetak tiga gol pada babak pertama laga liga.

Bukayo Saka menjadi salah satu pemain paling menonjol. Winger timnas Inggris itu tampil tajam di sisi kanan dan berperan dalam gol pembuka Viktor Gyokeres sebelum mencetak gol keduanya sendiri lewat penyelesaian apik di tiang dekat.

Nama lain yang turut mencuri perhatian adalah Myles Lewis-Skelly. Pemain berusia 19 tahun itu menjalani starter pertamanya di lini tengah musim ini dan tampil matang dalam mengalirkan bola. Ia menjadi salah satu penghubung penting bersama Declan Rice dan Eberechi Eze.

Di sisi lain, Manchester City justru menunjukkan tanda-tanda kehilangan stabilitas. Hasil imbang 3-3 melawan Everton memutus rentetan enam kemenangan beruntun tim asuhan Pep Guardiola.

City sebenarnya dominan pada babak pertama. Mereka menguasai 76 persen bola dan melepaskan 12 tembakan sebelum turun minum, dengan keunggulan awal berkat gol Jeremy Doku.

Namun, pertahanan mereka goyah setelah jeda. Kesalahan umpan Marc Guehi dimanfaatkan Thierno Barry untuk menyamakan kedudukan bagi Everton.

Momentum lalu berbalik sepenuhnya. Everton tampil lebih agresif dan memanfaatkan kelemahan fisik lini belakang City. Jake O’Brien membawa tuan rumah unggul sebelum Merlin Rohl menambah gol lewat serangan cepat.

Gol penyama dari Doku pada menit ke-97 memang menjaga harapan City tetap hidup. Akan tetapi, hasil itu tetap terasa seperti kehilangan dua poin penting dalam fase krusial perebutan gelar.

Selain performa, Arsenal juga diuntungkan jadwal yang relatif lebih ringan dibanding Manchester City. Berdasarkan peringkat kekuatan lawan versi Opta, Arsenal memiliki sisa jadwal termudah di Premier League.

Tiga laga terakhir mereka akan menghadapi tim-tim yang saat ini berada di enam terbawah klasemen. Meski begitu, tantangan tetap ada, terutama laga tandang melawan West Ham United yang sedang berjuang menjauh dari zona degradasi.

Meski demikian, Arsenal punya catatan tandang yang sangat baik ke London Stadium. Dua kunjungan terakhir mereka ke markas West Ham berakhir dengan kemenangan telak 5-2 dan 6-0.

Pada laga terakhir musim ini, Arsenal juga akan bertandang ke Selhurst Park menghadapi Crystal Palace. Namun, Palace diperkirakan melakukan rotasi besar karena akan tampil di final Conference League melawan Rayo Vallecano tiga hari setelahnya.

Manchester City justru menghadapi jadwal yang lebih rumit. Selain laga tunda melawan Crystal Palace, mereka juga masih harus menjalani pertandingan padat di berbagai kompetisi.

Laga melawan Palace dijadwalkan pada 13 Mei, hanya tiga hari sebelum City tampil di final Piala FA. Setelah itu, mereka harus bertandang ke Bournemouth yang kini berada di posisi keenam klasemen.

Akhir pekan ini pun tidak mudah karena City akan menghadapi Brentford, tim yang masih memiliki ambisi tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Musim City kemudian ditutup dengan laga kandang melawan Aston Villa. Secara kualitas, Villa menjadi lawan tersulit tersisa bagi Guardiola. Namun, situasi laga itu masih bergantung pada posisi Villa dalam perebutan tiket Liga Champions.

Jika target mereka sudah aman sebelum laga terakhir, tekanan terhadap City bisa sedikit berkurang. Meski begitu, secara keseluruhan, jadwal City tetap terlihat jauh lebih berat dibanding Arsenal.

Dengan keunggulan poin, performa yang kembali stabil, dan sisa jadwal yang lebih bersahabat, Arsenal kini berada di atas angin dalam perburuan gelar Premier League. Manchester City masih punya peluang, tetapi mereka harus segera bangkit jika tidak ingin kehilangan kesempatan mempertahankan trofi.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya