PSG Pernah Singkirkan Arsenal di Semifinal, Mampukah The Gunners Membalas di Final Liga Champions 2026?

09 May 2026 • 02:30 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Arsenal dan Paris Saint-Germain kembali dipertemukan di panggung besar Liga Champions. Setelah musim lalu PSG menyingkirkan The Gunners di semifinal, kini kedua tim bersua di partai puncak dengan tensi yang sama tingginya.

Arsenal melangkah ke final usai melewati Atletico Madrid dalam duel dua leg yang ketat dengan agregat 2-1. Sementara itu, PSG kembali menunjukkan ketangguhan mereka saat menyingkirkan Bayern Munchen dengan agregat tipis 6-5.

Musim lalu, PSG lebih efektif ketika menghadapi Arsenal. Pada leg pertama di Emirates Stadium, Ousmane Dembele membuka keunggulan cepat lewat kerja sama dengan Khvicha Kvaratskhelia pada menit keempat. Gol itu memberi kepercayaan diri besar bagi tim asuhan Luis Enrique.

Arsenal sempat berusaha bangkit, tetapi Gianluigi Donnarumma tampil gemilang di bawah mistar. Mikel Merino sempat mencetak gol yang dianulir VAR, sedangkan Leandro Trossard dan Gabriel Martinelli gagal memaksimalkan peluang emas yang mereka miliki. PSG pun pulang dari London dengan kemenangan 1-0.

Pada leg kedua di Parc des Princes, Arsenal tampil lebih agresif sejak awal. Declan Rice, Gabriel Martinelli, dan Martin Odegaard beberapa kali mengancam gawang PSG. Namun, Donnarumma kembali menjadi pembeda.

Setelah mampu meredam tekanan, PSG justru menghukum Arsenal melalui gol Fabian Ruiz dan Achraf Hakimi. Bukayo Saka sempat memperkecil ketertinggalan, tetapi Arsenal tetap tak mampu mengejar. PSG menang 2-1 dan lolos ke final dengan agregat 3-1, lalu akhirnya meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Musim ini, PSG datang dengan kekuatan yang terlihat lebih komplet. Luis Enrique membentuk tim yang tidak hanya tajam di depan, tetapi juga solid secara kolektif. Perjalanan mereka ke final menjadi bukti, setelah melewati lawan-lawan berat seperti Monaco, Chelsea, Liverpool, hingga Bayern Munchen.

Produktivitas PSG juga sangat mengesankan. Mereka sudah mencetak 44 gol dalam 16 pertandingan Liga Champions musim ini, menjadikan mereka salah satu tim paling produktif dalam sejarah kompetisi.

Ousmane Dembele tetap menjadi pusat permainan, tetapi PSG kini tak lagi bergantung pada satu pemain. Khvicha Kvaratskhelia, Desire Doue, Bradley Barcola, dan Achraf Hakimi sama-sama mampu memberi ancaman dari berbagai sisi. Di lini tengah, Vitinha dan Joao Neves membuat permainan PSG lebih stabil.

Di sisi lain, Arsenal juga punya modal kuat untuk membalas. Tim asuhan Mikel Arteta tampil sangat solid sepanjang musim, terutama di lini belakang. The Gunners hanya kebobolan enam gol dalam 14 pertandingan Liga Champions musim ini dan mencatat sembilan clean sheet.

Banyak pengamat menilai pertahanan Arsenal bisa menjadi pembeda di final. Legenda AC Milan, Clarence Seedorf, bahkan menilai Arsenal memiliki fondasi ideal untuk menahan dan menaklukkan PSG berkat organisasi defensif mereka.

Meski begitu, Arsenal masih punya pekerjaan rumah di lini depan. Saat menghadapi PSG musim lalu, mereka mampu menciptakan peluang, tetapi kurang efektif dalam penyelesaian akhir. Kondisi itu tak boleh terulang jika ingin meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Arsenal tetap memiliki senjata berbahaya lewat Bukayo Saka, Viktor Gyokeres, Martin Odegaard, dan Declan Rice. Namun, menghadapi PSG membutuhkan konsistensi penuh selama 90 menit. Satu kesalahan kecil saja bisa langsung dihukum oleh tim asuhan Luis Enrique.

Final ini pun membawa aroma balas dendam bagi Arsenal. Selain mengejar gelar pertama di Liga Champions, laga ini juga menjadi kesempatan untuk membalas kekalahan menyakitkan musim lalu.

Di atas kertas, PSG tetap sedikit lebih diunggulkan karena pengalaman, kualitas individu, dan ketajaman mereka di lini depan. Akan tetapi, final Liga Champions kerap menghadirkan cerita berbeda. Arsenal tentu berharap kali ini menjadi momen untuk membalikkan sejarah.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya