Ousmane Dembele Tampil Gemilang di Liga Champions, Layak Kembali Jadi Kandidat Ballon d’Or?

09 May 2026 • 02:29 iMedia

Ousmane Dembele kembali menjadi sorotan berkat performa impresifnya di Liga Champions bersama Paris Saint-Germain. Dalam dua laga semifinal yang berlangsung dramatis, Dembele tampil sebagai pembeda dan berperan besar dalam langkah PSG ke partai puncak.

Pada leg pertama, Dembele mencetak dua gol saat PSG menang 5-4. Di leg kedua yang digelar di Allianz Arena, ia kembali mencuri perhatian lewat gol cepat yang membantu PSG menahan imbang Bayern Munchen 1-1.

Musim ini, performa Dembele memang tidak sedahsyat musim lalu jika dilihat dari sisi statistik. Cedera sempat mengganggu ritme permainan pemain berusia 28 tahun itu pada paruh pertama musim.

Namun, setelah kembali bugar, Dembele langsung menunjukkan pengaruh besar dalam permainan PSG. Ia kembali menjadi pusat serangan dan kerap tampil menentukan dalam laga-laga penting di Liga Champions.

Perubahan peran Dembele di bawah Luis Enrique juga mendapat sorotan. Sejak musim lalu, Enrique mulai menempatkannya lebih sentral, bukan lagi sekadar sebagai winger kanan seperti pada sebagian besar kariernya.

Perubahan posisi itu terbukti efektif. Dembele kini terlihat lebih tajam, lebih tenang di depan gawang, dan lebih konsisten dalam mengambil keputusan di area akhir.

Musim lalu, Dembele menutup kompetisi dengan catatan 35 gol dan 16 assist dari 53 pertandingan di semua ajang. Ia juga ikut membawa PSG meraih quadruple bersejarah, termasuk gelar Liga Champions pertama klub, sebelum kemudian memenangkan Ballon d’Or 2025.

Hal paling menonjol dari Dembele musim ini adalah kemampuannya tampil maksimal di pertandingan besar. Ia tampil penting saat PSG menghadapi Liverpool di fase gugur, lalu kembali menjadi ancaman utama ketika bersua Bayern Munchen di semifinal.

Gol cepatnya di Allianz Arena memperlihatkan kualitas terbaik yang ia miliki. Dembele memanfaatkan serangan balik cepat setelah Khvicha Kvaratskhelia melewati beberapa pemain Bayern sebelum memberikan assist matang.

Dalam laga tersebut, PSG memang tidak selalu dominan dalam penguasaan bola. Meski begitu, mereka menunjukkan kedewasaan dan disiplin permainan yang kuat.

Luis Enrique menyebut laga kontra Bayern sebagai bukti kematangan timnya musim ini. “Kami menunjukkan kedewasaan sebagai tim, mampu bertahan dan menyerang dengan sama baiknya,” ujar Luis Enrique kepada Canal Plus.

Dembele pun dinilai semakin komplet. Ia bukan lagi sekadar winger eksplosif yang mengandalkan kecepatan dan dribel, tetapi juga pemain yang mampu menentukan arah permainan tim.

Persaingan Ballon d’Or 2026 diperkirakan akan berlangsung ketat. Nama-nama seperti Harry Kane dan Lamine Yamal juga tampil luar biasa sepanjang musim ini.

Kane tampil tajam bersama Bayern Munchen, sedangkan Yamal terus berkembang sebagai wajah baru Barcelona dan timnas Spanyol.

Meski demikian, Liga Champions hampir selalu menjadi panggung penting dalam perebutan Ballon d’Or. Faktor itu bisa kembali menguntungkan Dembele.

Jika PSG mampu mempertahankan gelar Liga Champions dan Dembele kembali tampil menentukan di final melawan Arsenal, peluangnya meraih Ballon d’Or kedua secara beruntun tentu akan semakin besar.

Selain itu, musim ini juga akan ditutup dengan Piala Dunia bersama timnas Prancis. Turnamen tersebut bisa menjadi faktor tambahan yang ikut menentukan arah persaingan.

Untuk saat ini, Dembele belum sepenuhnya dianggap sebagai favorit utama. Namun, situasinya mengingatkan pada musim lalu ketika namanya perlahan naik menjelang akhir musim.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya