Donald Trump Kritik Mahal Harga Tiket Piala Dunia 2026: Saya Juga Ogah Membelinya
KOLOMBOLA.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ikut menyoroti mahalnya harga tiket Piala Dunia 2026. Ia mengaku terkejut setelah mengetahui besaran harga yang harus dibayar penonton untuk menyaksikan langsung pertandingan turnamen tersebut.
Pernyataan Trump muncul di tengah polemik lain yang lebih sensitif, yakni terkait keikutsertaan Iran yang dijadwalkan tampil di Los Angeles dan Seattle. Isu itu memanas karena situasi politik dan operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat serta Israel terhadap rezim Iran.
Dalam wawancara telepon dengan New York Post, Trump menegaskan bahwa ia tidak menyangka harga tiket bisa semahal itu. “Saya tidak tahu angkanya sebesar itu,” ujarnya.
Ia bahkan mengatakan dirinya pun enggan membeli tiket dengan harga fantastis tersebut. “Saya tentu ingin datang, tetapi sejujurnya saya juga tidak akan membayarnya,” lanjut Trump.
Trump lalu menyinggung para pendukungnya dari kalangan pekerja dan masyarakat umum, termasuk yang tinggal di wilayah seperti Queens dan Brooklyn. Menurutnya, akan menjadi kekecewaan jika mereka tidak mampu hadir karena harga tiket terlalu mahal.
“Jika orang-orang dari Queens dan Brooklyn, orang-orang yang mencintai Donald Trump, tidak bisa datang, saya akan kecewa,” katanya.
Meski mengkritik harga tiket, Trump tetap mengakui bahwa Piala Dunia 2026 merupakan pencapaian besar bagi Amerika Serikat sebagai tuan rumah. Ia berharap masyarakat, termasuk para pemilihnya, tetap bisa menikmati ajang tersebut secara langsung.
Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino telah membela harga tiket yang dinilai tinggi. Dalam forum di Los Angeles, Infantino menyebut harga tersebut mencerminkan pasar hiburan Amerika Serikat yang sangat berkembang.
Ia juga menanggapi fenomena tiket final yang disebut dapat mencapai 2 juta dolar AS di pasar tertentu. Dengan nada bercanda, Infantino mengatakan akan membawakan hot dog dan Coca-Cola bagi pembeli tiket mahal itu agar mendapat pengalaman terbaik.
Menurut Infantino, FIFA harus menyesuaikan diri dengan mekanisme pasar di Amerika Serikat, termasuk budaya penjualan ulang tiket yang sudah umum terjadi. Ia menambahkan, jika tiket dijual terlalu murah, pembeli justru bisa menjualnya lagi dengan harga lebih tinggi di pasar sekunder.
FIFA sendiri masih mengklaim menyediakan tiket yang lebih terjangkau untuk fase grup. Sekitar 25 persen tiket disebut dijual di bawah 300 dolar AS atau sekitar Rp5,2 juta.
Namun, harga itu tetap dianggap tinggi oleh banyak penggemar, terutama suporter dari luar Amerika Serikat yang juga harus menanggung biaya perjalanan dan akomodasi. Media Inggris bahkan melaporkan bahwa suporter Timnas Inggris bisa menghabiskan dana lebih dari 5.000 poundsterling jika The Three Lions melaju hingga final Piala Dunia 2026.
Sumber: The New York Post
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
