Kilas Balik PSG vs Arsenal Jelang Final Liga Champions 2026: Luka Lama The Gunners di Semifinal Musim Lalu
KOLOMBOLA.COM – Paris Saint-Germain dan Arsenal kembali menjadi sorotan jelang final Liga Champions UEFA 2026. Pertemuan keduanya mengingatkan pada semifinal musim 2024-2025, saat The Gunners tersingkir setelah kalah dari wakil Prancis tersebut.
Bagi Arsenal, hasil itu menjadi pukulan berat. Tim asuhan Mikel Arteta sempat menunjukkan potensi besar untuk melangkah ke partai puncak, tetapi PSG tampil lebih efektif dalam dua leg dan memastikan keunggulan agregat.
Di leg pertama yang berlangsung di Emirates Stadium pada 29 April 2025, PSG langsung memberi tekanan sejak awal. Ousmane Dembele membuka keunggulan saat laga baru berjalan empat menit lewat penyelesaian tenang setelah menerima umpan Khvicha Kvaratskhelia.
Gol cepat itu membuat permainan PSG semakin nyaman. Mereka tampil agresif dalam pressing dan berkali-kali memaksa David Raya bekerja keras, terutama saat menghadapi ancaman dari Desire Doue dan Fabian Ruiz.
Arsenal sempat menghidupkan harapan lewat sundulan Mikel Merino pada babak kedua. Namun, gol tersebut dianulir karena offside. Momen itu membuat momentum tuan rumah kembali terhenti.
Pada leg kedua di Parc des Princes, 7 Mei 2025, Arsenal datang dengan misi mengejar defisit satu gol. Mereka tampil menyerang sejak menit awal dan beberapa kali mengancam melalui Declan Rice serta Gabriel Martinelli.
Meski begitu, Gianluigi Donnarumma tampil gemilang di bawah mistar PSG. Kiper asal Italia itu menggagalkan sejumlah peluang emas yang seharusnya bisa menjaga asa Arsenal tetap hidup.
PSG kemudian mencetak gol pembuka pada menit ke-27 lewat Fabian Ruiz. Bola sepakan Ruiz sempat mengenai William Saliba sebelum masuk ke gawang, membuat Arsenal semakin tertekan.
Situasi semakin sulit ketika Achraf Hakimi memperbesar keunggulan PSG pada menit ke-72. Arsenal sempat mendapat harapan setelah David Raya menepis penalti Vitinha, tetapi usaha mereka belum cukup untuk membalikkan keadaan.
Bukayo Saka sempat memperkecil ketertinggalan empat menit berselang melalui assist Leandro Trossard. Namun, waktu yang tersisa terlalu sedikit untuk mengejar ketertinggalan.
Hingga laga usai, PSG menang 2-1 di leg kedua dan melaju ke final dengan agregat 3-1. Kekalahan itu menjadi catatan penting bagi Arsenal, sekaligus pengingat bahwa efisiensi dan ketenangan di momen krusial sering kali menjadi pembeda di Liga Champions.
Jelang pertemuan ulang di Budapest, luka semifinal musim lalu masih menjadi bagian dari cerita yang belum selesai bagi Arsenal. Di sisi lain, PSG kembali membawa modal pengalaman ketika menghadapi lawan yang sama di panggung besar Eropa.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
