Chelsea Terpuruk di Akhir Musim, Tiket Liga Champions Kian Menjauh
KOLOMBOLA.COM – Situasi Chelsea semakin rumit setelah tim kembali menelan hasil buruk di Premier League. Di tengah tekanan besar dari suporter dan performa yang terus merosot, musim The Blues tampak berakhir dalam kekacauan.
Kekalahan dari Nottingham Forest menjadi pukulan terbaru. Hasil itu sekaligus menandai kekalahan keenam beruntun Chelsea di liga, rekor terburuk mereka sejak November 1993. Ini juga menjadi kali keempat sepanjang sejarah klub mereka kalah enam kali secara beruntun di kompetisi domestik.
Catatan buruk lainnya ikut menghantui. Chelsea kini mengalami empat kekalahan kandang beruntun, sesuatu yang terakhir terjadi pada 1978. Gol salto Joao Pedro di masa injury time memang menyelamatkan tim dari kekalahan yang lebih memalukan, tetapi tidak mengubah fakta bahwa performa mereka jauh di bawah standar.
Atmosfer di Stamford Bridge pun memperlihatkan kekecewaan besar. Banyak suporter memilih meninggalkan stadion sebelum laga berakhir, sementara mereka yang bertahan melontarkan cemoohan kepada tim.
Target Chelsea musim ini adalah lolos ke Liga Champions, tetapi peluang itu kini nyaris tertutup. The Blues tertinggal 10 poin dari posisi kelima yang ditempati Aston Villa, dengan hanya tiga laga tersisa. Secara matematis, peluang itu masih ada, namun secara realistis sangat sulit dikejar.
Masih ada kemungkinan posisi keenam cukup untuk tiket Eropa jika Aston Villa menjuarai Liga Europa. Namun, Chelsea sendiri juga tertinggal empat poin dari posisi tersebut, dan kondisi tim saat ini membuat upaya mengejar terasa berat.
Pengamat sepak bola Jamie Carragher menilai masalah Chelsea berawal dari level atas klub. Ia menyebut The Blues sebagai klub yang “rusak” karena tidak adanya koneksi antara pemain, staf, dan suporter. Sementara itu, Mark Schwarzer menyoroti minimnya determinasi para pemain, bahkan saat final Piala FA sudah di depan mata.
Di sisi lain, gagal lolos ke Liga Champions juga berpotensi berdampak besar pada keuangan klub. Dalam laporan keuangan terbaru musim 2024/2025, Chelsea mencatat kerugian sebelum pajak sebesar 262 juta pounds meski pendapatan mencapai 490,9 juta pounds.
Tanpa Liga Champions, pemasukan klub bisa turun signifikan. Chelsea tercatat meraih sekitar 78,9 juta pounds hanya dari pencapaian hingga babak 16 besar musim ini. Jumlah itu jauh lebih besar dibanding hadiah sekitar 15 juta pounds dari Conference League. Jika ditambah pendapatan tiket, hospitality, dan sponsor, total pemasukan dari Liga Champions bisa melampaui 100 juta pounds.
Chelsea juga berada di bawah pengawasan ketat UEFA. Klub tidak boleh mencatat kerugian lebih dari 52,2 juta pounds, atau berisiko mendapat denda hingga 17,4 juta pounds bahkan larangan tampil di kompetisi Eropa.
Di bawah kepemilikan Todd Boehly dan Clearlake Capital, Chelsea sudah menggelontorkan lebih dari 1,5 miliar pounds untuk membangun skuad baru. Namun, investasi besar itu belum berbanding lurus dengan konsistensi di Premier League.
Kini, fans mulai kehilangan kesabaran. Protes terhadap manajemen semakin sering terdengar, bahkan ada rencana aksi demonstrasi saat final Piala FA dan laga kandang terakhir musim ini. Chelsea pun berada di titik krusial, karena tanpa tiket Liga Champions, daya tarik klub untuk mendatangkan pelatih top dan pemain elite bisa ikut menurun.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
