Transformasi Atletico Madrid di Liga Champions: Tak Lagi Defensif, Jadi Ancaman Baru untuk Arsenal

30 Apr 2026 • 00:04 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Atletico Madrid musim ini tidak lagi identik dengan sepak bola bertahan ala Diego Simeone yang selama bertahun-tahun dikenal lewat kemenangan tipis dan pertahanan rapat. Los Rojiblancos kini tampil lebih agresif, produktif, tetapi juga menyisakan celah di lini belakang.

Perubahan itu menjadi sorotan menjelang laga mereka melawan Arsenal di Stadion Metropolitano. Jika dulu Atletico dikenal sebagai tim yang sulit ditembus, kini mereka justru berkembang menjadi salah satu tim paling tajam di Liga Champions.

Selama lebih dari satu dekade, Atletico membangun reputasi sebagai tim yang sangat disiplin dalam bertahan. Pendekatan pragmatis tersebut membawa mereka ke sejumlah pencapaian besar, termasuk menembus final Liga Champions 2013/2014 dengan hanya kebobolan enam gol sepanjang turnamen. Dua musim kemudian, mereka kembali ke partai puncak dengan delapan clean sheet.

Namun, gaya itu juga kerap dianggap kurang atraktif. Dari sisi produktivitas, Atletico selama beberapa musim hanya mencatat rata-rata sekitar 1,5 hingga 1,7 gol per pertandingan.

Situasi tersebut berubah dalam dua musim terakhir. Atletico konsisten mencetak lebih dari 100 gol di semua kompetisi, termasuk musim ini yang sudah menembus 110 gol hingga akhir April. Di Liga Champions, perubahan itu terlihat semakin jelas.

Musim ini, Atletico telah mencetak 34 gol di Liga Champions, menjadikan mereka salah satu tim tersubur di kompetisi tersebut. Rata-rata 2,43 gol per pertandingan menunjukkan bahwa pendekatan ofensif mereka bukan sekadar sesaat.

Julian Alvarez menjadi tumpuan utama dengan sembilan gol dari 13 laga. Ia mendapat dukungan dari Alexander Sorloth, Antoine Griezmann, hingga Giuliano Simeone yang memberi variasi serangan dari berbagai sisi. Kehadiran Ademola Lookman sejak Januari juga menambah opsi di lini depan. Marcos Llorente yang kerap maju dari lini kedua turut memberi kontribusi signifikan.

Namun, gaya menyerang yang lebih berani ini membawa risiko. Atletico kini sering menekan lawan dengan banyak pemain sekaligus, bahkan dalam beberapa momen menggunakan empat pemain menyerang. Strategi itu memang efektif, seperti saat mereka tampil dominan melawan Tottenham, tetapi di sisi lain membuat ruang di belakang lebih terbuka.

Dalam sejumlah pertandingan, Atletico terlihat rentan terhadap serangan balik cepat. Kondisi ini muncul karena banyaknya pemain yang bergerak maju untuk membantu serangan. Hal serupa juga terlihat ketika menghadapi Barcelona, saat mereka tetap agresif meski dalam situasi unggul jumlah pemain.

Perubahan gaya main tersebut membuat lini belakang Atletico kehilangan sebagian soliditas yang selama ini menjadi ciri khas mereka. Musim ini, mereka sudah kebobolan 26 gol dalam 14 pertandingan Liga Champions, atau rata-rata 1,86 gol per laga.

Angka itu jauh lebih tinggi dibanding Arsenal yang hanya kebobolan lima gol dalam 12 pertandingan di kompetisi yang sama. Atletico juga baru mencatat satu clean sheet sepanjang perjalanan mereka di Liga Champions musim ini.

Diego Simeone sendiri tidak secara langsung menyebut timnya berubah total. Namun, ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara menyerang dan bertahan.

“Saya tidak benar-benar tahu apa arti bertahan dan menyerang. Sebuah tim harus menjadi tim,” kata Simeone. “Untuk menang, Anda harus tidak kebobolan dan juga harus mencetak gol. Kedua hal itu berjalan bersama.”

Kapten tim, Koke, juga mengakui bahwa Atletico kini bermain lebih agresif. “Tim kami mencetak banyak gol, kami membawa banyak pemain ke depan. Tapi terkadang lawan bisa memanfaatkan situasi itu,” ujarnya.

Di Metropolitano, perubahan wajah Atletico akan benar-benar diuji. Pertanyaannya, apakah ketajaman mereka cukup untuk menutupi celah di lini belakang, atau justru Arsenal yang akan memanfaatkan kelemahan tersebut.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya