Tensi Memuncak di Internal Real Madrid, Vinicius Junior dan Jude Bellingham Sempat Bersitegang di Laga Kontra Bayern
KOLOMBOLA.COM – Suasana panas mewarnai laga krusial Real Madrid kontra Bayern Munchen, bukan hanya karena persaingan di lapangan, tetapi juga karena insiden kecil di antara dua bintang mereka, Vinicius Junior dan Jude Bellingham.
Momen itu terjadi saat Real Madrid melancarkan serangan. Kesalahan kontrol bola dari Dayot Upamecano sempat membuka peluang bagi Vinicius untuk menerobos kotak penalti. Di sisi lain, Bellingham sudah berada dalam posisi ideal dan meminta umpan.
Namun, sentuhan Vinicius tidak sempurna sehingga bola kembali dikuasai bek Bayern. Alhasil, serangan Madrid berakhir tanpa ancaman berarti dan hanya menghasilkan lemparan ke dalam.
Usai momen tersebut, Bellingham terlihat melayangkan kritik kepada Vinicius karena tidak memberikan umpan. Pemain asal Brasil itu pun merespons dengan emosional. Dari kejauhan, ia terdengar membalas dengan nada tinggi dan meminta rekannya untuk diam.
Insiden ini menunjukkan tingginya tekanan yang dihadapi para pemain dalam laga penting tersebut. Atmosfer pertandingan yang panas membuat emosi mudah tersulut, bahkan di antara rekan setim sendiri.
Data resmi UEFA juga memperlihatkan minimnya kombinasi antara kedua pemain sepanjang pertandingan. Bellingham tercatat empat kali mengirim umpan kepada Vinicius, sementara Vinicius tidak sekali pun memberikan umpan balik kepada gelandang asal Inggris tersebut.
Secara keseluruhan, Vinicius menjalani pertandingan yang tidak mudah. Ia lebih sering bergerak tanpa bola dan menerima umpan panjang dari rekan setimnya. Minimnya suplai membuat kontribusinya dalam membangun serangan terlihat terbatas.
Meski begitu, pemain berusia 25 tahun itu tetap mampu memberi dampak penting. Ia mencatat assist untuk gol Kylian Mbappe yang membawa Real Madrid unggul 3-2 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tensi laga tetap tinggi. Situasi kemudian semakin sulit bagi Madrid setelah Eduardo Camavinga diganjar kartu merah pada fase krusial pertandingan, memaksa tim tamu bermain dengan 10 orang.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Bayern secara maksimal. Mereka terus menekan dan akhirnya membalikkan keadaan pada menit-menit akhir. Luis Diaz mencetak gol penyeimbang, sebelum Michael Olise memastikan kemenangan lewat gol spektakuler di masa injury time.
Olise menunjukkan kualitas individunya dengan memotong ke dalam dan melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan Andriy Lunin. Gol itu memastikan Bayern menang 4-3 dan mengunci keunggulan agregat atas Real Madrid.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
