Sudah Tersingkir dari Liga Champions, Barcelona Tetap Ajukan Protes ke UEFA
KOLOMBOLA.COM – Barcelona tetap melanjutkan langkah protes ke UEFA meski sudah tersingkir dari Liga Champions. Klub asal Catalunya itu kembali mengajukan keluhan resmi terkait kepemimpinan wasit dalam duel melawan Atletico Madrid.
Protes Barcelona mencakup sejumlah keputusan kontroversial yang terjadi dalam dua leg pertandingan. Klub menilai ada beberapa insiden krusial yang merugikan mereka secara langsung, termasuk keputusan kartu merah dan penggunaan VAR.
Presiden Barcelona, Joan Laporta, bahkan melontarkan kritik terbuka terhadap kinerja wasit dan asisten VAR. Ia menyebut sejumlah keputusan yang diterima timnya sebagai sesuatu yang memalukan dan tidak dapat diterima.
“Pertama, saya ingin mengucapkan selamat kepada Atletico Madrid, tetapi itu tidak mengubah fakta bahwa kepemimpinan wasit kemarin, baik dari ofisial maupun VAR, adalah sebuah aib,” ujar Laporta.
Laporta menilai Barcelona dirugikan sejak leg pertama. Ia menyoroti tidak diberikannya penalti yang menurutnya jelas, serta kartu merah yang dianggap tidak semestinya diberikan karena pemain lawan tidak menguasai bola.
Dalam penjelasannya, Laporta juga merinci sejumlah insiden lain yang dianggap merugikan Barcelona, seperti kartu merah Pau Cubarsi, dugaan handball Marc Pubill, hingga situasi yang melibatkan Eric Garcia dan Dani Olmo.
“Di leg kedua, Eric Garcia bukan pemain terakhir, Kounde sedang datang. Wasit awalnya memberi kartu kuning, tetapi VAR ikut campur dan mengubahnya,” kata Laporta.
Ia juga menilai gol Ferran Torres sah, penalti terhadap Dani Olmo seharusnya diberikan, dan pelanggaran terhadap Fermin tidak ditangani dengan tepat. Menurutnya, rangkaian keputusan itu menunjukkan adanya kesalahan yang serius dalam pertandingan.
Dalam pernyataan resminya, Barcelona menegaskan bahwa selama dua pertandingan tersebut terdapat beberapa keputusan wasit yang dinilai tidak sesuai dengan Laws of the Game. Klub juga menyoroti kurangnya intervensi VAR pada momen-momen yang dianggap penting.
Barcelona menyebut akumulasi kesalahan tersebut berdampak langsung pada hasil akhir pertandingan, sekaligus menimbulkan kerugian olahraga dan ekonomi bagi klub.
Selain menyampaikan keberatan atas keputusan yang dipermasalahkan, Barcelona juga mendorong adanya perbaikan dalam sistem perwasitan di Eropa. Klub berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Barcelona menyatakan siap bekerja sama dengan UEFA untuk meningkatkan kualitas, keadilan, dan transparansi dalam penerapan aturan pertandingan.
Langkah ini menunjukkan bahwa Barcelona tidak hanya ingin mengajukan protes atas satu laga, tetapi juga mendorong perubahan yang lebih luas dalam sistem perwasitan sepak bola Eropa.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
