Kesalahan Fatal Carnesecchi Antar Juventus Curi Kemenangan di Bergamo
KOLOMBOLA.COM – Juventus meraih kemenangan penting saat bertandang ke markas Atalanta dalam laga perebutan posisi zona Eropa di Liga Italia. Gol tunggal yang lahir dari situasi krusial memastikan tiga poin untuk tim tamu sekaligus memangkas jarak dengan Milan menjadi tiga poin.
Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang bersaing langsung di papan atas, dengan selisih hanya empat poin sebelum laga dimulai. Atalanta tidak diperkuat Isak Hien dan Kamaldeen Sulemana, sementara kondisi Gianluca Scamacca dan Giacomo Raspadori belum sepenuhnya bugar.
Di kubu Juventus, Weston McKennie absen karena skorsing dan beberapa pemain lain juga menepi akibat cedera, termasuk Dusan Vlahovic, Vasilije Adzic, dan Mattia Perin. Pos penjaga gawang kembali dipercayakan kepada Michele Di Gregorio, yang sebelumnya sempat menjadi pahlawan lewat penyelamatan penalti. Sementara itu, Luciano Spalletti baru saja memperpanjang kontraknya hingga 2028.
Atalanta datang dengan modal positif karena tidak terkalahkan dalam beberapa pertemuan terakhir melawan Juventus sejak final Coppa Italia pada Mei 2024, termasuk kemenangan 3-0 di perempat final kompetisi yang sama pada Februari lalu.
Tuan rumah langsung menekan sejak awal. Nicola Zalewski melepaskan tembakan menyilang yang melintas di depan gawang, lalu Giorgio Scalvini nyaris membuka keunggulan lewat sundulan bola mati yang mengenai tiang bagian dalam.
Juventus lebih banyak bertahan dan menunggu peluang melalui serangan balik. Mereka menutup ruang dengan baik untuk meredam upaya Davide Zappacosta dan Nikola Krstovic.
Sejumlah peluang lain juga tercipta. Sundulan Lloyd Kelly melebar setelah terdefleksi, sedangkan Charles De Ketelaere gagal mengarahkan bola tepat sasaran saat menyambut umpan silang.
Menjelang turun minum, Juventus hampir mencetak gol. Umpan terukur Jeremie Boga membuka ruang bagi Pierre Kalulu, tetapi kiper Marco Carnesecchi sigap keluar dari sarangnya untuk menggagalkan peluang tersebut.
Atalanta juga nyaris unggul di masa tambahan waktu babak pertama. Namun, sepakan akrobatik Krstovic dari jarak dekat masih melenceng tipis.
Gol penentu akhirnya lahir di awal babak kedua. Situasi kacau di kotak penalti membuat peluang terbuka. Umpan dari Francisco Conceicao sempat gagal dimaksimalkan Boga, tetapi bola tetap hidup. Kesalahan Carnesecchi dalam mengantisipasi umpan silang Emil Holm membuat bola jatuh ke kaki Boga, yang langsung menuntaskannya dari jarak dekat. Bola sempat mengenai kiper sebelum masuk ke gawang.
Setelah tertinggal, Atalanta meningkatkan intensitas serangan. Di Gregorio tampil gemilang dengan menepis sundulan Berat Djimsiti tepat di garis gawang. Percobaan Raspadori dari luar kotak penalti juga hanya melambung tipis di atas mistar.
Juventus sebenarnya punya peluang menggandakan keunggulan pada menit ke-68. Holm berhasil melewati Sead Kolasinac dan mengirim bola kepada Khephren Thuram, tetapi tembakannya melambung jauh.
Tuan rumah terus menekan hingga akhir laga. Zappacosta sempat mendapatkan peluang, begitu pula Djimsiti yang tembakannya diblok. Protes penalti juga sempat muncul saat bola mengenai tangan Federico Gatti, tetapi wasit menilai posisi tangan masih natural.
Dari situasi sepak pojok, sundulan Scamacca hanya menyentuh mistar. Di momen akhir pertandingan, Di Gregorio kembali melakukan penyelamatan penting, sementara sundulan Scamacca lainnya masih melebar.
Juventus akhirnya mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dan membawa pulang tiga poin penting dari Bergamo.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
