Marotta Tegaskan Cristiano Ronaldo Bukan Alasan Tinggalkan Juventus ke Inter Milan

28 May 2026 • 14:39 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Giuseppe Marotta menegaskan keputusannya meninggalkan Juventus dan bergabung dengan Inter Milan bukan dipicu oleh transfer Cristiano Ronaldo. Ia menyebut isu tersebut sudah berkembang menjadi semacam “legenda urban”, meski dirinya kala itu memang tidak sepenuhnya sepakat dengan langkah Juventus merekrut Ronaldo.

Marotta menjelaskan, keputusan besar di Juventus tetap berada di tangan presiden klub saat itu, sehingga tidak pernah terjadi perselisihan yang membuatnya angkat kaki. Menurutnya, perpisahan itu lebih berkaitan dengan perubahan struktur manajemen di internal klub.

“Itu sudah menjadi semacam legenda urban sekarang. Memang benar saya tidak setuju dengan transfer itu, tetapi itu tidak pernah menjadi pertengkaran. Presiden membuat pilihannya dan saya menerimanya,” ujar Marotta.

Ia juga mengungkapkan bahwa Andrea Agnelli kala itu ingin mengambil peran yang lebih besar dalam struktur manajemen Juventus. Situasi tersebut membuat jalan Marotta dan Juventus berpisah, meski hubungan di antara mereka tetap terjaga dengan baik.

Marotta mengenang momen kepergiannya dari Turin sebagai hari yang berat setelah delapan tahun bekerja di Juventus. Namun, ia tidak menyangka hanya dalam waktu singkat pintu baru terbuka ketika Presiden Inter, Steven Zhang, menghubunginya.

“Ketika tiba hari saya harus pergi, itu hari yang sedih setelah delapan tahun. Tetapi saya yakin ketika satu pintu tertutup, pintu lain akan terbuka, dan itu terjadi dalam 24 jam. Saya sangat terkejut dengan panggilan dari Presiden Inter, Steven Zhang, sampai saya pikir itu adalah lelucon,” tuturnya.

Setelah bergabung dengan Inter, Marotta langsung terlibat dalam sejumlah keputusan penting, termasuk menunjuk Antonio Conte sebagai pelatih menggantikan Luciano Spalletti. Ia menilai saat itu Inter memang membutuhkan perubahan besar, dan Conte dianggap sosok yang tepat karena karakter serta motivasinya yang kuat.

Namun, Marotta mengakui bekerja bersama Conte bukan perkara mudah. Ia menyebut energi yang dikeluarkan untuk menjaga dinamika tim bersama Conte cukup besar, meski hasil akhirnya tetap positif bagi klub.

“Ketika saya datang ke Inter, Luciano Spalletti sudah menjadi bagian dari masa lalu, jadi dengan segala hormat kami membutuhkan perubahan dan memilih Conte,” kata Marotta.

Marotta juga membenarkan bahwa Inter sempat menjalin komunikasi dengan Massimiliano Allegri sebelum akhirnya menunjuk Simone Inzaghi pada 2021. Meski begitu, pembicaraan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan karena visi kedua belah pihak dinilai tidak sejalan.

“Saya tidak akan menyangkal bahwa kami bertemu dengan Allegri sebelum merekrut Inzaghi. Namun, diskusi kami menunjukkan bahwa rencananya dan rencana kami benar-benar tidak dapat menemukan titik temu,” ungkapnya.

Kepergian Simone Inzaghi setelah final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain juga sempat mengejutkan Inter. Marotta mengatakan klub semula masih berharap sang pelatih bertahan, sebelum akhirnya berpisah secara baik-baik.

“Hari Senin setelah final, kami menandatangani kesepakatan bersama. Dia tidak mengatakan banyak hal kepada kami, karena kami masih berharap kita bisa berlanjut,” ujar Marotta.

Inter kemudian mengambil langkah berani dengan menunjuk Cristian Chivu, meski pelatih asal Rumania itu saat itu baru memiliki pengalaman singkat bersama Parma. Keputusan tersebut sempat menimbulkan keraguan, tetapi Marotta menilai Chivu punya modal kuat sebagai mantan pemain Inter dan figur yang memahami budaya klub.

Chivu dianggap memiliki pengalaman bersama tim muda Inter, etos kerja tinggi, serta ikatan emosional yang kuat dengan Nerazzurri. Keputusan itu pun berbuah manis setelah Chivu membantu Inter meraih Scudetto dan Coppa Italia pada musim berikutnya.

“Italia penuh dengan kritikus, tetapi kami memiliki keberanian memilih Chivu. Anda harus mengambil risiko sebagai direktur. Pria ini berada di tim pemenang Treble Inter, dia adalah kapten Ajax saat masih sangat muda, dia mencintai Inter dan memiliki etos kerja yang hebat,” kata Marotta.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya