Dari Lapangan Sederhana ke Panggung Internasional: Kisah Phoenix FA Menyala di Bali7s 2026
Kolombola – Lombok Barat, NTB – Terik matahari belum sepenuhnya bersahabat ketika peluit panjang dibunyikan di partai final Bali7s 2026. Di atas lapangan, anak-anak berseragam Phoenix FA berdiri dengan napas tersengal, mata berkaca, namun kepala tetap tegak. Skor 1-0 untuk SSB Negaroa FA Bali menjadi penutup laga. Kekalahan itu nyata, tetapi cerita yang mereka ukir jauh lebih besar dari sekadar angka di papan skor.
Bagi Phoenix FA, ini bukan sekadar pertandingan final. Ini adalah puncak dari perjalanan singkat namun penuh makna—perjalanan dari mimpi yang baru dinyalakan, menuju panggung internasional.
Phoenix FA bukanlah nama lama dalam dunia sepak bola usia dini. Akademi ini baru lahir pada 17 Agustus 2025. Di balik berdirinya, ada sosok Husni Thamrin, pembina yang juga Direktur Utama PT RABER MITRA AGENCY, yang menaruh keyakinan besar pada potensi anak-anak daerah. Bersama Ketua Muhammad Sapoan, mereka merintis sebuah wadah pembinaan dengan semangat sederhana: memberi ruang bagi mimpi untuk tumbuh.
Berlatih di Lapangan Umum Jembatan Kembar Timur, Phoenix FA ditempa oleh jajaran pelatih yang penuh dedikasi: Sudiyanto, Oky Ananda, Bayu Mahendri, Yeyen, Aldy Kurniawan, dan Imran. Di lapangan sederhana itu, mereka tidak hanya belajar teknik dan taktik, tetapi juga disiplin, kerja sama, dan keberanian menghadapi tantangan.
Ketika kesempatan mengikuti Bali7s 2026 datang, Phoenix FA tidak ragu. Meski ini adalah pengalaman pertama, mereka langsung mengirimkan lima tim sekaligus di kategori U-10, U-12, U-14, U-16, hingga Pro. Sebuah langkah berani untuk ukuran akademi yang belum genap setahun berdiri.
Namun, di balik keberanian itu, tersimpan ekspektasi yang sederhana.
“Sejujurnya kami tidak memasang target. Kami hanya ingin anak-anak bermain lepas dan merasakan atmosfer pertandingan internasional,” ungkap Ketua Phoenix FA, Muhammad Sapoan.
Tak ada beban, tak ada tekanan. Hanya semangat bermain dan keberanian mencoba.
Dan justru dari sanalah kejutan itu lahir.
Tim U-10 Phoenix FA tampil tanpa rasa gentar. Satu per satu pertandingan mereka lewati dengan penuh determinasi. Mereka berlari tanpa lelah, bertarung tanpa takut, dan bermain dengan hati. Hingga akhirnya, langkah mereka membawa nama Phoenix FA melaju ke partai final Cluster Gold—level kompetisi tertinggi di ajang tersebut.
Di partai puncak, mereka berhadapan dengan tim kuat, SSB Negaroa FA Bali. Pertandingan berlangsung ketat. Anak-anak Phoenix FA memberikan perlawanan sengit, menutup ruang, dan sesekali melancarkan serangan berbahaya. Namun, satu gol dari lawan menjadi pembeda.
Peluit akhir berbunyi. Mimpi juara harus tertunda.
Beberapa pemain tampak menunduk. Ada yang menyeka air mata. Tapi di sisi lain, tepuk tangan mengalir. Dari pelatih, orang tua, hingga para pendukung—semua menyadari bahwa anak-anak ini telah melampaui ekspektasi.
Mereka mungkin kalah di final, tetapi mereka menang dalam perjalanan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Dari target hanya mencari pengalaman, anak-anak justru mampu menjadi runner-up. Ini luar biasa bagi kami,” lanjut Sapoan dengan penuh haru.
Keberhasilan ini tidak lahir sendirian. Ada banyak tangan yang ikut mendorong dari belakang. Phoenix FA menyampaikan terima kasih kepada PT RABER MITRA AGENCY, CV Ketoke Jaya Mandiri, serta Pemerintah Desa Lembar Selatan yang telah memberikan dukungan penuh.
Tak lupa, apresiasi juga diberikan kepada sekolah-sekolah yang telah mengizinkan para siswa untuk berlaga: SDN 1 Lembar Selatan, SDN 3 Lembar Selatan, SDN 4 Lembar Selatan, MI Al Azimmiyah Puyahan, SDN 2 Labuan Tereng, SMPN 1 Lembar, SMPN 5 Lembar, SMPN 1 Gerung, hingga SMAN 1 Lembar.
Di balik setiap izin yang diberikan, ada kepercayaan. Di balik setiap dukungan, ada harapan.
Kini, Phoenix FA pulang bukan hanya membawa trofi runner-up. Mereka membawa cerita. Cerita tentang keberanian memulai, tentang mimpi yang dirawat bersama, dan tentang anak-anak yang berani melangkah lebih jauh dari yang dibayangkan.
Perjalanan mereka masih panjang. Api semangat itu baru saja menyala.
Dan seperti namanya, Phoenix FA akan terus bangkit, terbang lebih tinggi, dan suatu hari nanti—bukan tidak mungkin—kembali ke panggung yang sama, untuk menyelesaikan cerita yang sempat tertunda.

