Michael Carrick: Dari Sementara Menjadi Calon Permanen di Manchester United
Kolombola – Ketika Roy Keane menyampaikan pendapatnya di bulan Januari mengenai Michael Carrick yang tidak layak untuk menjabat sebagai manajer tetap Manchester United, banyak yang menganggap anggapannya hanya spekulasi belaka. Namun, saat ini, Carrick, yang sebelumnya mengenakan nomor punggung 16 yang legendaris, justru membuktikan diri sebagai kandidat kuat untuk posisi itu.
Sejak menjabat sebagai pelatih sementara, Carrick telah mencatatkan enam kemenangan dan satu hasil imbang dari tujuh pertandingan tanpa kalah. Catatan ini, ditambah dengan hasil yang diperolehnya sebagai pelatih interim pada tahun 2021, menempatkannya sejajar dengan pelatih lain dalam sembilan pertandingan awal di Premier League.
Walaupun awal yang cemerlang juga dialami oleh pelatih Tottenham, Ange Postecoglou, penurunan performa yang dialaminya menjadi pengingat bagi manajemen United untuk lebih berhati-hati dalam pengambilan keputusan mengenai masa depan Carrick. Pengalaman Ole Gunnar Solskjaer, yang meraih banyak kemenangan awal namun kesulitan setelah diangkat secara permanen, juga menjadi pertimbangan penting.
Saat ini, Carrick tengah memperkuat argumennya untuk diangkat menjadi manajer tetap, terutama saat kandidat lain mulai meredup. Jika seandainya Manchester United memilih pelatih ternama seperti Xavi Hernandez atau Zinedine Zidane yang memenangkan enam dari tujuh pertandingan awal, mereka pasti akan mendapat dukungan penuh tanpa keraguan. Namun, mengapa masih ada keraguan seputar Carrick?
Di bawah kepemimpinan Ruben Amorim, United kerap berada di ambang zona empat besar tetapi sering gagal memanfaatkan kesempatan. Dengan hanya tiga kemenangan dari sebelas pertandingan, situasi itu berubah drastis ketika Carrick mengambil alih. Ia berhasil mendongkrak tim dari peringkat keenam klasemen dan melampaui tim-tim seperti Chelsea dan Liverpool.
Gary Neville, mantan kapten United, yang sebelumnya skeptis mengenai peluang Carrick, kini berpendapat berbeda. Ia mengakui bahwa performa tim belakangan ini sangat mengejutkan. “Michael berada dalam posisi yang menguntungkan untuk memimpin tim ini,” ujarnya. “Saya yakin mereka akan finis di posisi ketiga, sesuatu yang tidak saya duga enam minggu lalu. Momentum kini ada di pihak mereka, dan hal-hal baik sedang terjadi di klub.”
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
