Tiga Tahun Lamine Yamal: Catatan Statistiknya Melampaui Messi di Usia Sama

06 May 2026 • 23:40 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Perjalanan Lamine Yamal bersama Barcelona berkembang sangat cepat sejak debutnya di tim utama pada usia 15 tahun. Menjelang ulang tahunnya yang ke-19 pada Juli mendatang, ia sudah menjadi pemain inti Blaugrana sekaligus andalan Timnas Spanyol.

Perbandingan statistik Yamal dengan Lionel Messi pada usia yang sama kini menjadi perhatian di Spanyol. Berdasarkan data terbaru, Yamal unggul jauh dalam jumlah menit bermain, kontribusi gol, hingga koleksi trofi.

Yamal menjalani debut profesionalnya bersama Barcelona pada 29 April 2023. Saat itu, pelatih Xavi Hernandez memberi kesempatan kepada para pemain muda di tengah krisis finansial yang melanda klub.

Ia masuk sebagai pemain pengganti Gavi pada menit ke-86 ketika Barcelona menang 4-0 atas Real Betis. Penampilan itu sekaligus mencatat sejarah karena Yamal menjadi debutan termuda Barcelona di La Liga, yakni pada usia 15 tahun, sembilan bulan, dan 16 hari.

Sejak saat itu, perkembangan Yamal berlangsung sangat pesat. Dalam waktu singkat, ia berubah dari pemain akademi menjadi salah satu bintang utama Barcelona dan Timnas Spanyol.

Meski kini tengah dibekap cedera, Yamal tetap diproyeksikan menjadi salah satu wajah utama sepak bola dunia dalam beberapa tahun ke depan. Ia juga berpeluang tampil di Piala Dunia 2026 bersama Spanyol yang akan digelar di Amerika Utara.

Menurut laporan Mundo Deportivo, Yamal telah mencatat total 12.928 menit bermain bersama Barcelona dan Timnas Spanyol dari 176 pertandingan di level klub maupun internasional. Dari jumlah tersebut, ia membukukan 57 gol dan 55 assist.

Catatan itu membuat namanya semakin sering dibandingkan dengan Lionel Messi pada fase awal karier sang legenda Argentina. Messi baru menjalani debut profesional pada usia 17 tahun, ketika Barcelona masih diperkuat pemain-pemain kelas dunia seperti Ronaldinho, Samuel Eto’o, dan Deco.

Pada usia yang mendekati 19 tahun, Messi tercatat baru memainkan 1.954 menit bersama Barcelona dan Timnas Argentina. Dalam periode itu, ia mencetak 10 gol dan enam assist.

Jika dihitung dalam tiga tahun sejak debut profesional, Messi membukukan 6.612 menit bermain dari 102 pertandingan bersama klub dan tim nasional. Ia mengoleksi 41 gol dan 15 assist.

Secara rasio gol per menit, Messi memang dinilai lebih tajam. Namun jika melihat total kontribusi dan volume permainan, Yamal berada jauh di depan.

Performa impresif Yamal juga diikuti pencapaian besar di level tim. Meski masih sangat muda, ia sudah mengoleksi sejumlah trofi yang sulit dipercaya untuk pemain seusianya.

Bersama Timnas Spanyol, Yamal sukses meraih Euro 2024. Di level klub, ia telah memenangkan dua trofi La Liga, dua Piala Super Spanyol, dan satu Copa del Rey.

Barcelona bahkan disebut tinggal selangkah lagi menambah gelar liga musim ini. Jika itu terjadi, Yamal akan meraih trofi La Liga ketiganya sebelum genap berusia 19 tahun.

Selain gelar tim, penghargaan individu juga mulai berdatangan. Yamal sebelumnya finis sebagai runner-up Ballon d’Or 2025 di belakang Ousmane Dembele dan sempat meraih penghargaan Golden Boy.

Perjalanan awal Messi dan Yamal memang lahir dari situasi yang berbeda. Messi muncul ketika Barcelona berada dalam era penuh bintang dan stabil secara finansial, sementara Yamal tumbuh di masa transisi klub saat tekanan ekonomi begitu besar.

Perbedaan konteks itu membuat pencapaian Yamal terasa semakin istimewa. Pada usia yang belum genap 19 tahun, ia sudah menjadi salah satu pemain paling menentukan bagi Barcelona dan Timnas Spanyol.

Meski kariernya masih panjang, angka-angka awal yang dibukukan Yamal menunjukkan bahwa Barcelona mungkin kembali menemukan sosok generasi emas baru setelah era Lionel Messi.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya