Legenda Chelsea Kaget Liam Rosenior Dipecat

24 Apr 2026 • 01:22 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Legenda Chelsea, Jimmy Floyd Hasselbaink, mengaku terkejut dengan keputusan klub yang memecat Liam Rosenior. Ia menilai keputusan itu datang terlalu cepat, mengingat Rosenior baru menandatangani kontrak jangka panjang pada Januari lalu.

Namun, performa Chelsea justru menurun tajam dalam beberapa pekan terakhir. Kekalahan 0-3 dari Brighton pada laga terakhir memperpanjang catatan buruk The Blues menjadi lima kekalahan beruntun tanpa mencetak gol di Premier League.

Akibat situasi tersebut, Chelsea kembali harus mencari pelatih untuk kedua kalinya musim ini. Klub kemudian menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih sementara hingga akhir musim.

Hasselbaink mengatakan dirinya tidak menyangka Chelsea mengambil keputusan secepat itu. Meski begitu, ia memahami bahwa tekanan di klub sebesar Chelsea memang sangat besar, sehingga hasil buruk dalam waktu singkat bisa berujung pada pemecatan.

“Saya terkejut. Saya tidak menyangka itu akan terjadi secepat ini,” ujar Hasselbaink kepada Sky Sports.

“Saya tahu dia berada di bawah tekanan karena Chelsea adalah klub besar yang menuntut kemenangan,” lanjutnya.

Hasselbaink juga menyoroti statistik buruk Chelsea yang dinilai menjadi faktor utama pemecatan Rosenior. Salah satunya adalah kegagalan mencetak gol dalam lima pertandingan beruntun, sesuatu yang menurutnya sangat tidak wajar bagi klub sekelas Chelsea.

“Hal itu belum pernah terjadi sebelumnya, atau sudah sangat lama mereka tidak mencetak gol dalam lima pertandingan,” kata Hasselbaink.

“Jadi statistiknya tidak mendukung dirinya,” tambahnya.

Meski memahami alasan di balik keputusan klub, Hasselbaink tetap merasa Rosenior belum diberi cukup waktu untuk membenahi tim. Ia menilai masa kerjanya masih terlalu singkat, meski mengakui dunia sepak bola memang sangat keras.

“Namun demikian, karena dia belum terlalu lama di Chelsea, saya pikir mereka akan memberinya sedikit lebih banyak waktu,” ujarnya.

“Saya sedikit terkejut, tetapi di sisi lain tidak juga, karena ini sepak bola,” tutup Hasselbaink.

Ia juga menegaskan bahwa tekanan di Chelsea sangat besar karena para pendukung terbiasa melihat tim bersaing di papan atas dan meraih trofi. Kondisi itu membuat setiap kegagalan terasa jauh lebih berat.

“Seragam ini berat, para pendukung terbiasa memenangkan banyak trofi,” kata Hasselbaink.

“Mereka terbiasa melihat tim bersaing setiap pekan,” pungkasnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya