Profil Timnas Australia di Piala Dunia 2026: Mampukah Socceroos Cetak Sejarah Baru?
KOLOMBOLA.COM – Timnas Australia datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar untuk melampaui pencapaian terbaik mereka. Setelah sempat absen panjang usai debut pada 1974, Socceroos kini berkembang menjadi tim yang lebih matang dan mampu bersaing di level global.
Secara historis, perjalanan Australia di Piala Dunia dimulai dengan penuh tantangan pada edisi 1974. Meski belum mampu lolos dari fase grup, pengalaman tersebut menjadi fondasi penting bagi perkembangan sepak bola Australia hingga saat ini.
Dengan materi pemain yang lebih kompetitif serta jam terbang di level tertinggi, Australia menatap Piala Dunia 2026 dengan target realistis untuk melampaui babak 16 besar. Mereka juga punya catatan individual yang membanggakan, termasuk Tim Cahill yang mencetak gol di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun dengan total lima gol.
Bagaimana Australia Lolos ke Piala Dunia 2026?
Timnas Australia tampil stabil sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Mereka hanya benar-benar mendapat tekanan berat saat menghadapi Jepang pada fase krusial.
Perjalanan Australia dimulai dari babak kedua dengan dominasi penuh. Socceroos meraih enam kemenangan beruntun tanpa kebobolan, menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan utama di Asia.
Memasuki babak ketiga, tantangan meningkat tajam. Kekalahan 0-1 dari Bahrain pada laga pembuka dan hasil imbang melawan Indonesia menjadi titik balik yang berujung pada pergantian pelatih dari Graham Arnold ke Tony Popovic.
Di bawah asuhan Popovic, Australia kembali stabil dan tak terkalahkan hingga akhir fase. Kemenangan penting atas Jepang dan sukses menundukkan Arab Saudi 2-1 lewat gol Connor Metcalfe serta Mitch Duke memastikan tiket mereka ke Piala Dunia 2026.
Kiprah Australia di Piala Dunia
Piala Dunia 2026 menjadi partisipasi ketujuh Australia di ajang ini. Sebelumnya, Socceroos tampil pada edisi 1974, 2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022.
Capaian terbaik Australia sejauh ini terjadi pada Piala Dunia 2006 dan 2022. Pada dua edisi tersebut, mereka berhasil menembus babak 16 besar setelah lolos dari fase grup.
Di Jerman 2006, Australia tampil impresif di grup yang dihuni Brasil, Kroasia, dan Jepang sebelum kalah dramatis dari Italia lewat penalti Francesco Totti pada menit ke-95. Sementara itu, di Qatar 2022, mereka kembali melaju ke fase gugur setelah mengalahkan Tunisia dan Denmark.
Namun, langkah Australia kembali terhenti di babak 16 besar setelah kalah 1-2 dari Argentina yang kemudian menjadi juara. Dengan pengalaman tersebut, Socceroos kini menatap Piala Dunia 2026 dengan ambisi mencetak sejarah baru.
Pelatih Australia: Tony Popovic
Tony Popovic lahir di Sydney pada 4 Juli 1973. Ia dikenal sebagai mantan bek tangguh yang kemudian berkarier sebagai pelatih Timnas Australia.
Karier profesionalnya dimulai bersama Sydney United sebelum melanjutkan petualangan ke Jepang dengan membela Sanfrecce Hiroshima pada 1996. Langkah itu menjadi bagian penting dalam perkembangan karier internasionalnya.
Selama lima musim di Liga Jepang, Popovic mencatatkan 100 penampilan dan menyumbang 16 gol, catatan yang impresif untuk seorang bek tengah.
Di level tim nasional, Popovic menjadi bagian penting skuad Australia pada periode 1995 hingga 2006. Ia mengoleksi 58 caps dan turut tampil di Piala Dunia 2006.
Usai pensiun, Popovic melanjutkan kiprah di dunia kepelatihan. Ia sempat menjadi asisten pelatih di Sydney FC dan Crystal Palace, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Australia pada 23 September 2024. Kontraknya berlaku hingga 31 Juli 2026.
Pemain Bintang Australia: Alessandro Circati
Alessandro Circati menjadi salah satu bek muda paling menjanjikan milik Australia saat ini. Pemain kelahiran 10 Oktober 2003 itu diproyeksikan sebagai pilar utama Socceroos di Piala Dunia 2026.
Bek berpostur 190 cm tersebut kini memperkuat Parma di Serie A. Ia berkembang menjadi pilihan utama di lini belakang setelah membantu klub itu promosi ke kasta tertinggi Liga Italia.
Perjalanan karier Circati dimulai dari akademi Perth Glory sebelum hijrah ke Italia. Keputusan itu terbukti tepat karena ia berkembang pesat secara taktik dan teknik bertahan.
Di level internasional, Circati sempat membela Italia di kelompok usia sebelum akhirnya memilih Australia. Ia menjalani debut bersama tim senior pada Oktober 2023 dan sejak itu terus menunjukkan potensinya sebagai bek masa depan.
Daftar Pemain Australia
Daftar resmi pemain Australia untuk Piala Dunia 2026 belum diumumkan. Namun, berikut daftar pemain yang dipanggil untuk agenda FIFA Matchday edisi Maret 2026:
Mathew Ryan (Levante), Paul Izzo (Randers), Patrick Beach (Melbourne City), Milos Degenek (APOEL), Jacob Italiano (Grazer AK), Jordan Bos (Feyenoord), Kai Trewin (New York City), Aziz Behich (Melbourne City), Jason Geria (Albirex Niigata), Cameron Burgess (Swansea City), Alessandro Circati (Parma), Lucas Herrington (Colorado Rapids), Kye Rowles (D.C. United), Connor Metcalfe (FC St. Pauli), Ajdin Hrustic (Heracles Almelo), Aiden O’Neill (New York City), Riley McGree (Middlesbrough), Patrick Yazbek (Nashville SC), Paul Okon-Engstler (Sydney FC), Alex Robertson (Cardiff City), Martin Boyle (Hibernian), Nestory Irankunda (Watford), Nishan Velupillay (Melbourne Victory), Awer Mabil (Castellon), Deni Juric (Wisla Plock), Ante Suto (Hibernian).
Jadwal Australia di Piala Dunia 2026
Australia tergabung di Grup D bersama Paraguay, Turki, dan Amerika Serikat. Berikut jadwal mereka di fase grup:
14 Juni: Australia vs Turki – BC Place
19 Juni: Amerika Serikat vs Australia – Lumen Field
26 Juni: Paraguay vs Australia – Levi’s Stadium
Prediksi Australia di Piala Dunia 2026
Australia layak berharap banyak pada Piala Dunia 2026. Dari segi komposisi pemain, Socceroos cukup kompetitif dan tidak kalah bersaing dengan kontestan Grup D lainnya.
Sejumlah pemain mereka kini berkarier di liga-liga top Eropa. Alessandro Circati akan menjadi andalan di lini belakang, sementara Jordan Bos memberi opsi kuat di sisi kiri pertahanan.
Di lini tengah, Australia memiliki Jackson Irvine yang berpengalaman bermain di Jerman, serta Connor Metcalfe yang bisa menjadi tumpuan. Di lini depan, Nestory Irankunda diharapkan mampu memberi kontribusi gol.
Dengan performa solid di kualifikasi, Australia diprediksi mampu lolos dari fase grup seperti pada Piala Dunia 2022. Bahkan, mereka memiliki peluang untuk mencetak sejarah baru jika mampu melangkah lebih jauh dari babak 16 besar.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
