Catatan Menarik Spanyol vs Argentina: La Furia Roja Juara Dunia Lagi, Messi Gigit Jari
KOLOMBOLA.COM – Spanyol sukses menutup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan tipis atas Argentina di partai final. Gol semata wayang Ferran Torres pada awal babak tambahan waktu kedua menjadi pembeda dalam laga ketat tersebut.
Hasil ini mengantarkan La Furia Roja meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya menjuarai Piala Dunia 2010. Di sisi lain, Lionel Messi dan Argentina harus puas finis sebagai runner-up.
Selain hasil akhir pertandingan, final Spanyol vs Argentina juga menghasilkan sejumlah catatan menarik. Berikut rangkuman fakta-fakta penting dari duel puncak tersebut.
1. Spanyol kini sudah dua kali menjadi juara dunia. Dengan demikian, tujuh dari delapan negara yang pernah menjuarai Piala Dunia telah meraih trofi lebih dari sekali. Inggris menjadi satu-satunya juara yang baru sekali mengangkat trofi.
2. Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang delapan pertandingan di Piala Dunia 2026. Itu menjadi catatan kebobolan paling sedikit yang pernah dibuat tim juara dalam satu edisi Piala Dunia.
3. Spanyol memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 38 pertandingan di semua kompetisi. Ini menjadi rekor tak terkalahkan terpanjang yang pernah dicatat tim nasional dari Eropa maupun Amerika Selatan.
4. Argentina kembali gagal di final dan kini sudah empat kali finis sebagai runner-up Piala Dunia, setelah edisi 1930, 1990, 2014, dan 2026. Catatan ini menyamai rekor Jerman sebagai negara dengan jumlah runner-up terbanyak.
5. Spanyol memulai turnamen dengan hasil imbang 0-0 melawan Tanjung Verde. Mereka menjadi juara kedua beruntun yang gagal menang di laga pembuka, setelah Argentina kalah dari Arab Saudi pada 2022.
6. Ferran Torres menjadi pemain pengganti kedua yang mencetak gol penentu kemenangan di final Piala Dunia. Sebelumnya, momen serupa dilakukan Mario Götze untuk Jerman saat menghadapi Argentina pada final 2014.
7. Argentina menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang tidak melepaskan satu pun tembakan selama 90 menit waktu normal di final. Percobaan pertama mereka baru hadir lewat Lionel Messi pada menit ke-117.
8. Enzo Fernandez menjadi pemain keenam yang menerima kartu merah di final Piala Dunia. Tiga dari enam kartu merah itu diterima pemain Argentina, setelah Pedro Monzon dan Gustavo Dezotti pada final 1990.
9. Emiliano Martinez membuat 11 penyelamatan dalam laga ini. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak oleh seorang kiper dalam final Piala Dunia sejak data tersedia pada 1966.
10. Lionel Messi menjadi pemain kedua dalam sejarah yang tampil di tiga final Piala Dunia putra. Ia mengikuti jejak Cafu. Pada usia 39 tahun 25 hari, Messi juga menjadi pemain tertua kedua yang tampil di final Piala Dunia setelah Dino Zoff.
11. Babak pertama final ini hanya menghasilkan tiga tembakan, semuanya dari Spanyol. Itu menjadi jumlah tembakan paling sedikit pada babak pertama final Piala Dunia sejak 1966, sekaligus pertama kalinya Argentina tak melepaskan tembakan dalam 45 menit pertama.
12. Dua pemain Spanyol, Rodri dan Pau Cubarsi, sama-sama mencatat lebih dari 100 operan sukses dalam final ini. Dalam sejarah final Piala Dunia sejak 1966, hanya ada tiga pemain yang menembus angka tersebut.
13. Lima dari enam final Piala Dunia terakhir harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan 17 edisi pertama Piala Dunia yang hanya menghasilkan empat final hingga extra time.
14. Nico Gonzalez menjadi pemain kelima yang langsung menjalani debut starter di Piala Dunia pada partai final. Sebelumnya, catatan serupa hanya pernah terjadi beberapa kali dalam sejarah turnamen.
15. Pada usia 19 tahun 6 hari, Lamine Yamal menjadi pemain termuda ketiga yang tampil di final Piala Dunia. Bersama Pau Cubarsi, Spanyol juga menjadi tim pertama yang menurunkan dua pemain remaja dalam satu final Piala Dunia.
16. Argentina menurunkan starting XI dengan rata-rata usia 30 tahun 101 hari. Itu menjadi susunan pemain tertua kedua dalam sejarah final Piala Dunia.
Final Spanyol kontra Argentina ini bukan hanya menandai kejayaan La Furia Roja, tetapi juga menghadirkan deretan rekor baru yang memperkaya sejarah Piala Dunia.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
