Anthony Gordon dan Mimpi yang Tak Pernah Padam, dari Merseyside ke Camp Nou
KOLOMBOLA.COM – Kepindahan Anthony Gordon ke Barcelona mungkin terasa mengejutkan bagi banyak orang. Namun, bagi sang pemain, kesempatan membela klub raksasa Catalan itu bukanlah mimpi yang baru lahir dalam beberapa bulan terakhir.
Sejak kecil, Gordon sudah menanamkan keyakinan bahwa suatu saat dirinya akan bermain untuk Barcelona. Keyakinan itu pula yang mendorongnya mempelajari bahasa Spanyol jauh sebelum transfernya terwujud.
Saat diperkenalkan sebagai pemain baru Barcelona, Gordon mencuri perhatian bukan hanya karena status transfernya, tetapi juga karena menjawab pertanyaan wartawan dengan bahasa Spanyol yang nyaris sempurna. Ia lalu mengungkapkan bahwa kemampuan berbahasa tersebut sudah ia persiapkan sejak lama.
“Saya ingin bisa berbicara bahasa Spanyol karena ketika masih kecil saya percaya bahwa suatu hari saya akan bermain untuk Barca,” ujar Gordon. “Saya bahkan sering mengatakan kepada fisioterapis saya di Newcastle bahwa suatu saat saya akan bermain untuk Barcelona, jadi saya ingin belajar bahasa Spanyol.”
Perjalanan Gordon menuju level tertinggi tidak berlangsung mulus. Pada usia 11 tahun, ia harus meninggalkan akademi Liverpool, klub yang sejak kecil ia dukung. Kesempatan kedua datang ketika Everton melihat potensinya usai memantau penampilannya bersama tim amatir Whiston Juniors.
Meski demikian, proses di Everton juga tidak mudah. Pemandu bakat Ian Duke mengenang Gordon sebagai pemain yang bertubuh kurus dan berkembang lebih lambat dibanding rekan-rekannya. Namun, bakatnya sejak awal sudah dianggap sangat menonjol.
Gordon kemudian membuktikan dirinya layak mendapat kesempatan. Ia menjalani debut senior bersama Everton saat berusia 16 tahun dalam laga Liga Europa melawan Apollon Limassol. Tak lama berselang, Carlo Ancelotti memberinya kesempatan tampil sebagai starter pertama di Premier League dalam Derby Merseyside.
Di fase perkembangannya, Gordon juga ditempa lewat disiplin dan etos kerja. Saat masih bersekolah di Alsop High School, ia disebut membutuhkan arahan agar lebih terstruktur. Hal serupa berlanjut ketika ia bermain di tim U-23 dan tim utama Everton.
Sejumlah sosok berpengaruh seperti David Unsworth dan Rafa Benitez terus menekankan pentingnya kerja keras, konsistensi, serta kemampuan menjaga intensitas sepanjang laga. Di Everton pula, Gordon tumbuh menjadi simbol harapan bagi para suporter karena merupakan pemain lokal yang berhasil menembus tim utama klub kebanggaan mereka.
Hubungannya dengan Frank Lampard juga disebut memberi dampak besar dalam perkembangannya di Goodison Park.
Perkembangan paling pesat Gordon terjadi setelah bergabung dengan Newcastle. Gaya bermain intens yang diterapkan Eddie Howe sangat cocok dengan karakternya. Kemampuan berlari tanpa henti, melakukan pressing agresif, dan menyerang ruang kosong membuatnya menjadi bagian penting dalam sistem permainan The Magpies.
Meski adaptasinya tidak selalu mulus, Gordon terus berkembang berkat dukungan orang-orang di sekitarnya, termasuk pasangan hidupnya, Annie, agen Adam Dugdale, dan pelatih performa Danny Donachie. Donachie menilai Gordon sebagai sosok yang sangat haus belajar dan mampu menjadikan keraguan sebagai motivasi.
Salah satu titik penting dalam karier Gordon datang pada Piala Eropa U-21 2023. Ia tampil gemilang bersama Inggris dan terpilih sebagai pemain terbaik turnamen. Setelah itu, performanya di level klub semakin menanjak.
Pada musim berikutnya, Gordon mencatat 11 gol dan 10 assist di Premier League, yang kemudian membawanya menjalani debut bersama tim senior Inggris pada Maret 2024. Hingga kini, ia telah membukukan 17 penampilan internasional dan dua gol untuk The Three Lions.
Meski sempat dikaitkan dengan sejumlah klub besar, Barcelona akhirnya menjadi tujuan berikutnya. Klub asal Spanyol itu melihat kualitas sekaligus potensi besar dalam diri pemain berusia 25 tahun tersebut.
Kemampuan Gordon berbahasa Spanyol dan interaksinya dengan para suporter dalam bahasa Catalan saat acara perkenalan menjadi bukti bahwa ia sudah lama mempersiapkan momen ini. Dari Merseyside hingga Camp Nou, Gordon membuktikan bahwa mimpi yang dirawat dengan kerja keras bisa menemukan jalannya sendiri.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
