El Clasico di Tengah Kekacauan: Enam Masalah Besar yang Mengguncang Ruang Ganti Real Madrid

09 May 2026 • 02:34 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Real Madrid datang ke El Clasico dalam situasi yang jauh dari ideal. Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai masalah internal terus mencuat ke publik, mulai dari konflik antarpemain, tudingan kebocoran informasi ruang ganti, hingga polemik terkait sikap sejumlah bintang tim.

Berikut rangkuman enam masalah besar yang disebut membelah ruang ganti Real Madrid sepanjang musim ini.

1. Xabi Alonso gagal mengangkat performa dan akhirnya dipecat di tengah musim

Kedatangan Xabi Alonso pada musim panas 2025 sempat disambut optimistis. Setelah sukses bersama Bayer Leverkusen, ia digadang-gadang sebagai awal era baru Real Madrid setelah Carlo Ancelotti.

Namun, proyek itu runtuh lebih cepat dari perkiraan. Madrid sempat tampil baik di awal musim, tetapi performa mereka menurun tajam memasuki akhir 2025. Kekalahan beruntun pun datang, termasuk saat takluk dari Barcelona pada final Supercopa de Espana Januari 2026.

Hanya sehari setelah laga itu, Madrid resmi berpisah dengan Alonso. Sejumlah laporan media Spanyol menyebut Alonso kesulitan mengendalikan ego para pemain bintang, sementara hubungan dengan beberapa pemain inti ikut memburuk. Pemecatan tersebut justru menjadi awal dari kekacauan yang lebih besar.

2. Vinicius Junior disebut menjadi sumber perpecahan

Nama Vinicius Junior juga ikut terseret dalam berbagai laporan konflik internal musim ini. Sejumlah media Spanyol menyebut ruang ganti mulai retak setelah Vinicius beberapa kali meluapkan emosi kepada Alonso pada awal musim.

Ada pula laporan yang menyebut sejumlah pemain senior mulai kehilangan kepercayaan kepada winger asal Brasil tersebut. Situasi semakin panas setelah muncul tudingan bahwa Vinicius membocorkan percakapan internal pemain kepada Alvaro Arbeloa.

Isu itu disebut memperburuk hubungannya dengan beberapa rekan setim menjelang El Clasico. Di tengah kabar yang berkembang, hanya sedikit pemain yang disebut masih sepenuhnya mendukung kondisi ruang ganti Madrid saat ini.

3. Dani Carvajal terekam mengejek Trent Alexander-Arnold

Ketegangan internal Madrid juga sempat terlihat saat Los Blancos ditahan imbang Real Betis 1-1 di La Liga. Sorotan tertuju kepada Dani Carvajal yang duduk di bangku cadangan.

Bek senior itu terekam kamera televisi memberi reaksi ketika Trent Alexander-Arnold terlambat menutup pergerakan lawan dalam skema serangan balik Betis. Carvajal kemudian membuat gestur seperti orang berjalan santai, yang langsung ditafsirkan publik sebagai sindiran terhadap gaya bertahan Alexander-Arnold.

Meski tidak ada komentar resmi dari Carvajal, momen tersebut menambah sorotan terhadap dinamika internal skuad Madrid. Situasinya makin sensitif karena posisi Carvajal memang mulai terpinggirkan sejak kedatangan Alexander-Arnold.

4. Antonio Rudiger disebut terlibat pertengkaran dengan Alvaro Carreras

Konflik lain disebut terjadi antara Antonio Rudiger dan Alvaro Carreras. Beberapa laporan menyebut Rudiger terlibat adu mulut serius dengan Carreras dalam sesi latihan Madrid. Bahkan, ada media yang mengklaim bek asal Jerman itu sampai menampar Carreras saat emosi memuncak.

Carreras kemudian mengakui adanya insiden dengan rekan setimnya, meski mencoba menenangkan situasi dan menyebut persoalan itu sudah selesai.

Kasus ini menambah daftar panjang sorotan terhadap kedisiplinan Rudiger. Sebelumnya, ia juga menjadi bahan pembicaraan setelah amarahnya kepada wasit pada final Copa del Rey berujung hukuman larangan bermain.

5. Kylian Mbappe dikritik karena pergi ke Italia saat cedera

Musim Kylian Mbappe di Madrid tetap produktif dari sisi statistik, tetapi kontribusi golnya tak mampu menutupi berbagai kontroversi di luar lapangan.

Mbappe mendapat kritik keras setelah diketahui pergi ke Italia ketika masih dalam masa pemulihan cedera hamstring. Ia baru kembali ke Madrid beberapa hari sebelum laga penting melawan Espanyol.

Perjalanan tersebut memicu kemarahan sebagian suporter dan juga ketidakpuasan di internal klub. Laporan media Inggris menyebut Alvaro Arbeloa sebenarnya kecewa dengan sikap Mbappe, namun Madrid dianggap terlalu lunak terhadap sang superstar.

Di saat bersamaan, Mbappe juga dikabarkan sempat terlibat adu argumen panas dengan staf pelatih dalam sesi latihan. Kasus itu memperkuat kesan bahwa Madrid musim ini gagal menjaga keseimbangan ego di dalam skuad.

6. Konflik Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni jadi puncak masalah

Puncak krisis Madrid terjadi pekan ini ketika Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni terlibat konflik besar di Valdebebas. Menurut sejumlah laporan media Spanyol, pertengkaran dipicu tuduhan Valverde bahwa Tchouameni membocorkan isi ruang ganti kepada media.

Ketegangan disebut sudah terasa sejak sesi latihan dan berlanjut ke ruang ganti. Laporan paling serius menyebut Tchouameni sempat memukul Valverde hingga gelandang Uruguay itu terjatuh dan mengalami cedera kepala. Valverde bahkan dikabarkan harus mendapat jahitan dan sempat dibawa ke rumah sakit.

Madrid kemudian membuka proses disipliner terhadap kedua pemain. Valverde sendiri membantah terjadinya perkelahian fisik brutal, tetapi mengakui ada ketegangan akibat frustrasi terhadap buruknya musim tim.

Insiden ini menjadi simbol betapa rapuhnya kondisi internal Real Madrid saat ini. Dengan situasi seperti itu, laga El Clasico ke depan jelas tidak hanya soal taktik, tetapi juga soal bagaimana Madrid mengatasi krisis di dalam tim.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya