El Clasico Bisa Jadi Penentu Gelar, Barcelona Berpeluang Kunci Juara La Liga saat Hadapi Real Madrid
KOLOMBOLA.COM – El Clasico akhir pekan ini bukan sekadar laga besar, melainkan juga berpotensi menjadi momen bersejarah bagi Barcelona. Untuk pertama kalinya, Blaugrana bisa memastikan gelar La Liga langsung saat menghadapi rival abadinya, Real Madrid.
Kesempatan itu muncul setelah rangkaian hasil terbaru di liga yang menguntungkan Barcelona. Dengan kondisi klasemen saat ini, satu poin saja sudah cukup bagi tim asuhan Hansi Flick untuk mengamankan gelar dan menjaga trofi tetap di Catalonia.
Meski demikian, Flick disebut tidak menyukai gagasan menjadikan El Clasico sebagai penentu juara. Dalam konferensi pers pekan lalu, ia menegaskan keinginannya untuk mengunci gelar secepat mungkin tanpa harus menunggu laga kontra Madrid.
Di dalam ruang ganti, suasananya justru berbeda. Para pemain Barcelona dikabarkan menyambut peluang itu dengan antusias karena merayakan gelar di hadapan Real Madrid dinilai sangat spesial.
Sebelumnya, skuad Barcelona sempat berharap Real Madrid terpeleset pada laga lain. Sejumlah pemain bahkan sempat berkumpul untuk menyaksikan pertandingan tersebut bersama-sama. Mereka percaya Madrid bisa kehilangan poin dan mempercepat kepastian juara.
Bahkan, rencana perayaan mulai dibicarakan, termasuk kemungkinan parade kemenangan di kota Barcelona. Namun, kemenangan Madrid membuat pesta harus ditunda. Kini, peluang merayakan gelar tetap terbuka, bahkan berpotensi terjadi di panggung yang lebih besar: El Clasico.
Di sisi lain, Flick memilih bersikap santai. Ia mengaku tidak menonton laga Madrid karena memiliki rencana pribadi bersama istrinya, meski agenda itu akhirnya batal karena kendala teknis pada acara yang hendak mereka hadiri.
Barcelona sendiri menunjukkan karakter kuat saat menaklukkan Osasuna 2-1, meski tanpa Lamine Yamal. Bermain dalam kondisi cuaca buruk di Pamplona, mereka tetap mampu mengamankan tiga poin lewat gol telat Robert Lewandowski dan Ferran Torres.
Hasil itu menegaskan bahwa Barcelona tidak bergantung pada satu pemain saja. Kedalaman skuad menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan mereka musim ini.
Namun, ada catatan di lini depan. Lewandowski yang kini berusia 37 tahun mendekati akhir kontraknya, sementara Ferran Torres belum sepenuhnya mengunci tempat utama meski kerap diberi kesempatan bermain.
Dengan empat laga tersisa, keduanya masih punya peluang untuk memberi kontribusi penting pada fase krusial musim ini.
Kabar baik datang dari Raphinha yang telah pulih dari cedera hamstring. Winger asal Brasil itu sudah kembali masuk skuad, meski belum dimainkan pada laga terakhir. Sejak awal, El Clasico memang menjadi target comeback-nya.
Raphinha telah kembali berlatih dengan intensitas normal dan diperkirakan akan tampil, meski belum sepenuhnya berada dalam kondisi terbaik. Selain Raphinha, Barcelona hanya akan kehilangan dua pemain untuk laga besar nanti, yakni Lamine Yamal dan Andreas Christensen yang masih menjalani pemulihan cedera.
Dengan kondisi skuad yang relatif siap, Barcelona kini tinggal selangkah lagi menuju gelar. Dan jika semua berjalan sesuai harapan, momen penentunya bisa datang di laga paling bergengsi: El Clasico kontra Real Madrid.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
