Isi Pernyataan Panas Florentino Perez yang Bikin Heboh: Dari Pemilu hingga Konflik Internal Real Madrid
KOLOMBOLA.COM – Presiden Real Madrid, Florentino Perez, kembali menjadi sorotan setelah menggelar konferensi pers panjang yang justru lebih banyak berisi pembelaan diri, serangan terhadap pihak luar, dan penegasan sikap politik klub ketimbang penjelasan soal krisis tim.
Dalam sesi yang berlangsung lebih dari satu jam itu, Perez membuka pernyataan dengan pengumuman mengejutkan mengenai pemilihan presiden baru klub. Meski baru kembali terpilih pada 2025 untuk masa jabatan empat tahun, ia memutuskan untuk mempercepat pemilihan Dewan Direksi Real Madrid tiga tahun lebih awal.
Pria berusia 79 tahun tersebut menegaskan dirinya tidak akan mundur dan siap kembali maju sebagai calon. Ia bahkan menyatakan langkah itu diambil agar pihak-pihak yang selama ini mengkritiknya bisa maju secara terbuka dalam pemilihan.
“Saya minta maaf karena saya tidak akan mengundurkan diri,” ujar Perez dalam konferensi pers itu.
Ia juga menantang para penentangnya agar tidak bergerak “di balik bayangan” dan tampil resmi dalam pemilihan mendatang. Sejak 2013, Perez memang selalu terpilih tanpa lawan sebagai presiden Real Madrid.
Dalam kesempatan yang sama, Perez juga membantah rumor mengenai kondisi kesehatannya. Ia menegaskan dirinya dalam keadaan prima dan menyangkal kabar yang menyebut dirinya mengidap kanker.
Setelah membahas pemilihan, Perez mengalihkan perhatian ke media dan La Liga. Ia menuding sejumlah jurnalis sengaja membangun narasi negatif untuk menjatuhkan Real Madrid.
Tak hanya itu, Perez juga menyebut beberapa media dan artikel tertentu yang menurutnya merusak citra klub. Ia bahkan sempat menyindir jurnalis yang hadir dengan menyebut mereka sebagai pendukung Atlético Madrid.
Dalam sesi tersebut, Perez kembali menyinggung kasus Negreira yang menyeret Barcelona. Kasus itu berkaitan dengan dugaan pembayaran jutaan euro kepada mantan petinggi komite wasit Federasi Sepak Bola Spanyol.
Menurut Perez, Real Madrid tengah menyiapkan dokumen setebal 500 halaman yang akan dikirim ke UEFA setelah kompetisi selesai. Ia menyebut kasus itu sebagai salah satu skandal terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.
Saat sesi tanya jawab dimulai, Perez justru menghindari pertanyaan terkait performa buruk Real Madrid musim ini. Ia lebih memilih membahas kejayaan masa lalu klub, termasuk status Madrid sebagai klub tersukses dan paling bernilai di dunia.
Ketika ditanya soal kemungkinan kembalinya Jose Mourinho sebagai pelatih baru menggantikan Alvaro Arbeloa, Perez tidak memberi jawaban tegas. Ia hanya mengatakan bahwa pembahasan mengenai Mourinho belum menjadi fokus saat ini.
Perez juga menanggapi kabar pertengkaran antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni. Menurutnya, insiden seperti itu merupakan hal biasa dalam sepak bola profesional.
“Pemain bertengkar setiap musim karena mereka kompetitif. Besoknya mereka sudah kembali berteman dan minum kopi bersama,” kata Perez.
Namun, ia mengaku lebih khawatir terhadap adanya pihak internal yang membocorkan situasi ruang ganti kepada media ketimbang pertengkaran tersebut.
Pernyataan-pernyataan Perez itu justru memunculkan kritik baru. Banyak pihak menilai sang presiden lebih sibuk menjaga citra pribadi dan menyerang lawan-lawannya dibanding fokus memperbaiki kondisi Real Madrid yang tengah terpuruk.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
